PT PUPUK Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memberangkatkan 24 pemuda terpilih asal Kabupaten Fakfak, Papua Barat, untuk mengikuti Program Vokasi Diploma 3 (D3) di Politeknik ATI Makassar, Jumat (15/8/2026).
Langkah ini merupakan strategi perseroan dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap pakai sebelum operasional kawasan industri pupuk baru di wilayah tersebut resmi bergulir.
Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pupuk Kaltim, Bambang Haryanto, menyatakan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan timur Indonesia.
"Program ini merupakan bentuk kesinambungan komitmen perusahaan dalam membangun kualitas SDM daerah, sekaligus mempersiapkan generasi muda memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja," ujar Bambang Haryanto melalui keterangan tertulis di Samarinda.
Program pendidikan vokasi ini terwujud berkat kolaborasi strategis antara Pupuk Kaltim dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian.
Pembelajaran dirancang khusus menggunakan sistem link and match. Skema ini menggabungkan teori akademik modern dari Politeknik ATI Makassar dengan praktik lapangan langsung di unit operasional industri Pupuk Kaltim.
Bambang mengungkapkan, para peserta merupakan hasil penyaringan ketat yang digelar pada Juli 2026. Dari total 102 pendaftar yang berasal dari berbagai kampung di Kabupaten Fakfak, hanya 24 peserta terbaik yang dinyatakan lolos sesuai kuota.
Sebelum memasuki ruang kuliah formal di Makassar, seluruh peserta akan menjalani pembekalan fisik dan mental melalui pendidikan bela negara selama sepuluh hari.
Setelah merampungkan teori akademik di kampus, para mahasiswa akan diterjunkan langsung ke pabrik Pupuk Kaltim untuk mempelajari standar operasional industri skala internasional.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, mengapresiasi tinggi langkah berkelanjutan Pupuk Kaltim dalam membangun potensi warga lokal. Ia melepas langsung keberangkatan para pemuda tersebut menuju lokasi pelatihan.
Samaun berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan emas ini dengan tekun belajar dan menjaga disiplin tinggi selama pendidikan.
"Rencana pembangunan kawasan industri pupuk di wilayah Fakfak harus dibarengi dengan kesiapan kompetensi masyarakat agar putra-putri daerah mampu mengambil peran strategis," kata Samaun menegaskan.
Dengan hadirnya program beasiswa vokasi ini, pemuda lokal diharapkan mampu mengisi posisi teknikal dan manajerial, sehingga tidak sekadar menjadi penonton di tanah sendiri saat industri berkembang pesat. (*)















