PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang diduga memicu insiden kesehatan usai tiga siswa SDN 009 Bontang Utara dilarikan ke IGD akibat mual dan muntah usai menyantap hidangan sekolah, Jumat, 14 Agustus 2026.
Kasus dugaan keracunan hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) ini menambah daftar panjang kasus serupa di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), setelah sebelumnya terjadi di SDN 012 Bontang Selatan dan SMP Vidatra.
Penanggung jawab (PIC) MBG SDN 009 Bontang Utara, Irma Julianti, membenarkan insiden mual dan muntah yang dialami para murid sekitar pukul 10.00 Wita, sesaat setelah pembagian menu MBG.
Irma mengakui makanan hari itu dibagikan tanpa prosedur pengetesan seperti biasanya karena ia sedang mendampingi rekan yang sakit di Rumah Sakit PKT.
"Biasanya setiap MBG datang saya selalu mencicipi terlebih dahulu. Namun saat itu saya sedang di rumah sakit sehingga ompreng untuk PIC belum sempat dicoba. Karena khawatir siswa menunggu lama, makanan langsung dibagikan," ujar Irma.
Wali kelas segera melaporkan adanya tiga murid yang muntah dan pusing. Salah satu siswa bahkan didapati dalam kondisi pucat.
Irma langsung berkoordinasi dengan Puskesmas agar para siswa dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
"Saya juga membawa sampel ompreng yang belum sempat saya makan. Setelah saya cicipi, memang ada bau yang tidak sedap pada dimsum. Berdasarkan keterangan siswa, dimsumnya berbau dan sausnya terasa agak asam," tegasnya.
Insiden ini bukan masalah pertama yang dihadapi sekolah. Sehari sebelum kejadian, Kamis, 13 Agustus 2026, pihak sekolah terpaksa mengembalikan lebih dari 200 porsi menu MBG karena sayuran disajikan dalam kondisi basi.
Irma mengimbau para orang tua murid melalui grup percakapan agar tidak mengonsumsi sayur tersebut. Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Guntung telah menyampaikan permohonan maaf dan mengganti menu, meski akhirnya dibawa pulang siswa karena sudah mendekati jam pulang sekolah.
Pada hari kejadian Jumat, sebanyak 469 porsi MBG disalurkan kepada siswa dan guru. Namun, hanya tiga murid yang dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan.
Pihak SPPG Guntung bergerak cepat mendatangi rumah orang tua murid terdampak untuk memantau kondisi kesehatan anak-anak tersebut secara langsung.
Lurah Lok Tuan, Sunyk Widiarsih, menyampaikan bahwa pihak kelurahan bersama dinas terkait belum dapat memastikan penyebab pasti gejala mual muntah para siswa.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis dan uji laboratorium. Untuk saat ini belum bisa disimpulkan apakah penyebabnya berasal dari MBG atau faktor lainnya," ungkap Sunyk.
Dinas Kesehatan Bontang telah mengambil sampel makanan dari SDN 009 Bontang Utara untuk diuji di laboratorium resmi.
Ketiga siswa yang sempat mendapatkan perawatan di IGD kini telah diperbolehkan pulang ke rumah. Pemerintah Kota Bontang bersama dinas kesehatan masih melanjutkan investigasi menyeluruh guna memastikan keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis di seluruh sekolah. (*)















