• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 8, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Warga Lebih Takut Tak Punya Baju Lebaran Baru daripada Kena Corona

Suriadi Said by Suriadi Said
21 Mei 2020 | 05:29
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Saatnya ada yang bikin lagu dengan lirik seperti ini: “Baju baru alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya. Tak perlu pun ku harus punya, meski dapat hampers corona.”

JELANG Lebaran akhir pekan ini, berbagai pasar dan pusat perbelanjaan di pelbagai daerah, termasuk Kota Bontang, Kalimantan Timur terpantau ramai-ramai saja oleh calon pembeli yang ingin merayakan Lebaran selayaknya Lebaran: menggunakan berbagai hal yang serba baru. Corona nol, kapitalisme satu.

Beberapa hari yang lalu, muncul video di kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor, yang merekam keramaian pasar. Terlihat antrean motor yang menimbulkan kemacetan di sepanjang jalan pasar. Dijamin bikin merinding. Masyarakat tampak mantap mengambil pendekatan gabungan antara kekebalan imunitas dan kepercayaan hidup-mati di tangan Tuhan.

PILIHAN REDAKSI

Diundang Ngopi, Ormas Diduga ‘Dikondisikan', Kesbangpol Kaltim: Murni Silaturahmi, Bukan Redam Aksi Meski Dikumpulkan Kesbangpol, Gelombang Aksi 21 April Menguat, Siap Kepung Kantor Gubernur dan DPRD Kaltim

Diundang Ngopi, Ormas Diduga ‘Dikondisikan’, Kesbangpol Kaltim: Murni Silaturahmi, Bukan Redam Aksi

13 April 2026 | 16:01
Kodim 0908/Bontang Gelar Salat Idulfitri, Perkuat Kebersamaan TNI dan Masyarakat

Kodim 0908/Bontang Gelar Salat Idulfitri, Perkuat Kebersamaan TNI dan Masyarakat

22 Maret 2026 | 12:08
PicsArt 05 21 05.25.10
Kerumunan warga terjadi di sekitar Pasar Anyar, Kota Bogor. Mayoritas, mereka berbelanja untuk kebutuhan Lebaran.

Wartawan Detik yang meliput momen tersebut bertanya kepada aparat setempat, namun mereka hanya bisa pasrah dan geleng-geleng kepala. “Tadi saya tanya, sama corona mereka takut? Mereka takut loh sama corona. Saya tanya [seorang] ibu [apakah] takut sama corona. ‘Takut sih, Pak,’ katanya, ‘Tapi kan gimana lagi, anak saya kan belum beli baju Lebaran’,” ujar Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustiansyah.

Dari percakapan dua insan ini, terlihat prioritas seorang ibu yang rela mengabaikan protokol kesehatan demi kebahagiaan sang buah hati. Corona nol, implementasi jargon “sayang anak, sayang anak” satu.

Pindah ke Ciamis, Jawa Barat. kejadian sejenis juga terjadi di Pasar Manis. Di tengah PSBB, hampir semua bagian pasar dipenuhi pengunjung pada Senin (18/5) kemarin. Tidak ada jaga jarak antarpengunjung serta banyak pedagang tidak menggunakan masker.

“Kalau menjelang Lebaran pasti ramai. Kalau sekarang sih tidak begitu ramai dibanding tahun lalu. Mungkin karena ada wabah. Tapi dibanding beberapa hari sebelumya sekarang ramai. Yang datang itu beli baju Lebaran, kebanyakan buat anak,” kata Cicih, salah seorang pedagang, kepada Detik.

Melihat ini, Ketua Tim Penanganan Kasus (PIK) Covid-19 Ciamis Eni Rochaeni bisanya cuma prihatin, persis Ketua Satpol PP di Bogor. “Kondisi ini tentu kami sedih. Memang ini pekerjaan rumah kami. Mungkin banyak warga yang sudah tahu bahaya wabah Covid-19, ada juga yang belum tahu banget. Kami harus lebih gencar melakukan sosialisasi preventif dan promotifnya Supaya warga paham dan sama-sama melakukan pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Beralih ke daerah lain, keramaian enggak cuma terjadi di pasar tradisional. Tindakan ignoran para masyarakat nekat juga melanda pusat perbelanjaan di Jember dan Ciledug. Kemarin (18/5) dan hari ini (19/5), viral di internet video kepadatan mal Jember Roxy Square (Jawa Timur) dan Mal CBD Ciledug (Banten) karena warga sekitar memutuskan mau berdamai sekaligus berbelanja bersama corona.

https://twitter.com/mbelgedez/status/1262367169716711425?s=20

Bergeser ke Kota Bontang. Menjelang lebaran pusat perbelanjaan terbesar di kota ini, Ramayana mulai dipadati pengunjung. Kendati tak sebanyak seperti tahun sebelumnya, namun peningkatan dinilai cukup signifikan di tengah pandemi Virus Corona atau covid-19 yang melanda hampir 2 bulan belakangan ini.

“Sampai saat ini belum terlalu padat pengunjung. Tahun kemarin 3,000 sampai 4,000 customer,” ujar Store Manager Ramayana Bontang, Irfan menukil Tribun.

Dikatakan Irfan, mereka setiap hari melakukan penyemprotan disinfektan ke area yang ramai disinggahi pengunjung. Troli dan eskalator jadi perhatian utama pihaknya, lantaran paling sering digunakan calon pembeli di Ramayan.

“Kita lakukan penyemprotan setiap tutup toko. Troli dan eskalator yang sering disentuh customer kita bersihkan,” bebernya.

Belakangan diketahui sudah sepekan belakangan ini Ramayana buka dari 10.00 Wita hingga 21.30 Wita. Operasional pusat perbelanjaan terbesar di Bontang ini sedikit lebih lama dari sebelumnya, yang hanya boleh buka hingga 20.00 Wita pada awal pandemi merebak.

Melihat fenomena seperti begini, psikolog Rosdiana Setyaningrum angkat bicara. Dia mengatakan ada pola pendidikan yang salah dalam masyarakat sehingga kelompok tertentu enggak memikirkan akibat perbuatan mereka dalam jangka panjang.

“Jadi orang itu terbiasa mikir yang pendek karena sebelum-sebelumnya kita belum pernah dihadapkan pada konsekuensi yang langsung dan besar. Kalau kita melihat secara psikologi perkembangan kognitif orang, memang enggak semua orang itu bisa berpikir sebab-akibat yang jangka panjang kalau cara pendidikannya salah,” kata Rosdiana kepada Detik.

Berhubung baju baru enggak bakal guna kalau enggak dipamerkan, kita harus siap-siap sama pemandangan susulan. Pertama, orang-orang yang ngotot salat Id dan silaturahmi Lebaran ke rumah-rumah. Kedua, munculnya klaster corona bernama “klaster baju baru”. Kalau semua tenaga kesehatan mogok kerja, mungkin baru orang-orang ini pada insyaf. (*)

Tags: CoronaHeadlineKalimantan TimurLebaranSalat Idulfitri
Previous Post

Resmi! MUI Tak Larang Salat Idulfitri Berjemaah di Masjid dan Lapangan

Next Post

Orica Australia & PT KNI Berbagi ‘Kebahagian’ kepada Yatim dan Disabilitas

BACA JUGA

Pantas Saja Sering Mati Lampu, Pasokan Batu Bara PLTU Ternyata Dikorupsi!

Pantas Saja Sering Mati Lampu, Pasokan Batu Bara PLTU Ternyata Dikorupsi!

8 Juli 2026 | 00:17
GMNI Kutim Desak DLH Kaltim Buka Dokumen Limbah B3 RSUD Kudungga ke Publik

GMNI Kutim Desak DLH Kaltim Buka Dokumen Limbah B3 RSUD Kudungga ke Publik

7 Juli 2026 | 22:30
Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

7 Juli 2026 | 21:49
Bikin Anak Kecanduan Membaca, Intip Serunya Program Lintas Benua Bunda PAUD Bontang

Bikin Anak Kecanduan Membaca, Intip Serunya Program Lintas Benua Bunda PAUD Bontang

7 Juli 2026 | 18:30
Kontraktor Menjerit! Samarinda Terlilit Utang Proyek Rp 290 Miliar, Terowongan Belum Lunas Ganti Rugi Terowongan Samarinda Belum Tuntas, Warga Tolak Rp9 Juta

Kontraktor Menjerit! Samarinda Terlilit Utang Proyek Rp290 Miliar, Terowongan Belum Lunas

7 Juli 2026 | 17:35
Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
Next Post

Orica Australia & PT KNI Berbagi 'Kebahagian' kepada Yatim dan Disabilitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

2 Juli 2026 | 19:03
Harga Tiket Pesawat Samarinda Masih Mahal, Padahal Avtur Sudah Turun 10 Persen Tiket Pesawat dari Samarinda Naik, Ada yang Capai Rp4,8 Juta Tarif Pesawat dari Samarinda Naik, Ada yang Capai Rp4,8 Juta Dijadwalkan Februari 2026, Bandara APT Pranoto Samarinda Siap Buka Rute Internasional

Harga Tiket Pesawat Samarinda Masih Mahal, Padahal Avtur Sudah Turun 10 Persen

3 Juli 2026 | 19:20
Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

6 Juli 2026 | 13:24
APBD Kutim 2026 Mandek, Dewan Meradang TAPD Tiga Kali Mangkir Rapat

APBD Kutim 2026 Mandek, Dewan Meradang TAPD Tiga Kali Mangkir Rapat

3 Juli 2026 | 16:43

Terbaru

Pantas Saja Sering Mati Lampu, Pasokan Batu Bara PLTU Ternyata Dikorupsi!

Pantas Saja Sering Mati Lampu, Pasokan Batu Bara PLTU Ternyata Dikorupsi!

8 Juli 2026 | 00:17
Rapuh di Belakang, Argentina Waswas Teror Mo Salah Jelang Lawan Mesir

Rapuh di Belakang, Argentina Waswas Teror Mo Salah Jelang Lawan Mesir

8 Juli 2026 | 00:06
GMNI Kutim Desak DLH Kaltim Buka Dokumen Limbah B3 RSUD Kudungga ke Publik

GMNI Kutim Desak DLH Kaltim Buka Dokumen Limbah B3 RSUD Kudungga ke Publik

7 Juli 2026 | 22:30
Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

7 Juli 2026 | 21:49
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved