PEMANDANGAN deretan mobil travel yang parkir memakan badan jalan di kawasan Jalan Anggi, samping Islamic Center Samarinda, bukan lagi hal baru bagi pengguna jalan. Rabu (13/5/2026), kondisi itu kembali memicu penertiban gabungan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda bersama Satlantas Polresta Samarinda.
Sejak pagi, petugas menyisir kendaraan yang parkir tidak sesuai aturan, termasuk mobil travel yang berhenti di luar area resmi hingga menyebabkan penyempitan jalan. Sejumlah kendaraan bahkan kedapatan parkir berlapis atau double parkir.
Kawasan Jalan Anggi memang dikenal sebagai titik kumpul armada travel lintas Kalimantan. Aktivitas naik-turun penumpang berlangsung hampir sepanjang hari. Di jam sibuk, kendaraan yang berhenti sembarangan kerap memicu antrean panjang, terutama di jalur menuju Karang Asam dan Cendana.
Kepala Seksi Pengendalian dan Ketertiban Lalu Lintas Dishub Samarinda, Duri, mengatakan sebenarnya pemerintah sudah menyediakan area parkir resmi berupa celukan jalan di sisi kiri jalur dari arah Karang Asam menuju Jalan Cendana.
“Yang dibenarkan itu parkir di area celukan. Di luar itu dianggap pelanggaran,” kata Duri di lokasi penertiban.
Menurut dia, area tersebut sudah dikelola resmi Dishub sekitar satu setengah tahun terakhir dengan tarif retribusi Rp7 ribu sekali parkir. Sistem pembayaran pun telah menggunakan QRIS untuk memudahkan pengawasan kendaraan yang masuk.
Namun di lapangan, pelanggaran masih terus ditemukan. Tidak sedikit kendaraan memilih berhenti di luar area resmi demi menunggu penumpang lebih cepat. Kondisi itu membuat badan jalan menyempit dan mengganggu arus kendaraan lain.
Dishub bersama Satlantas menilai pelanggaran parkir di kawasan itu tidak bisa lagi hanya diingatkan secara lisan. Karena itu, penindakan dilakukan langsung terhadap kendaraan yang melanggar aturan.
“Kalau parkir berlapis atau tidak searah arus lalu lintas, itu sudah masuk pelanggaran,” ujar Duri.
Petugas menyatakan patroli dan penertiban akan dilakukan rutin karena Jalan Anggi dinilai menjadi salah satu titik lalu lintas paling rawan semrawut di Samarinda akibat aktivitas kendaraan travel. [TIA]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















