SAMARINDA, Pranala.co — Awal 2026 menjadi periode yang kurang menggembirakan bagi sektor transportasi di Kalimantan Timur (Kaltim). Mobilitas penumpang, baik melalui jalur udara maupun laut, tercatat mengalami penurunan signifikan pada Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim, Mas’ud Rifai, mengungkapkan bahwa kontraksi terjadi hampir di seluruh moda transportasi. “Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2026 turun 16 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara penumpang angkutan laut dalam negeri turun 19,41 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
Data menunjukkan, jumlah penumpang pesawat domestik pada Januari 2026 hanya mencapai 223.285 orang, turun dari 265.807 orang pada Desember 2025.
Penurunan ini merata di sejumlah bandara. Bandara Datah Dawai di Mahakam Ulu menjadi yang paling terdampak dengan penurunan hingga 46,50 persen.
Bandara utama, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, yang menguasai lebih dari 74 persen pangsa penumpang domestik, juga mengalami penurunan 17,66 persen menjadi 165.999 penumpang.
Hal serupa terjadi di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda yang turun 15,43 persen dengan total 32.195 penumpang.
Namun, di tengah tren penurunan, Bandara Maratua justru mencatat pertumbuhan 10,71 persen. Meski demikian, kontribusinya masih kecil, hanya 0,13 persen dari total penumpang atau 279 orang.
Fenomena ini dinilai sebagai sinyal meningkatnya minat terhadap destinasi wisata premium, meskipun belum mampu menahan penurunan di jalur utama.
Di sisi lain, penerbangan internasional menunjukkan tren berbeda. Secara bulanan memang turun 13,98 persen menjadi 5.729 penumpang, namun secara tahunan justru meningkat 18,47 persen dibandingkan Januari 2025.
Seluruh penerbangan internasional dari Kaltim masih dilayani melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Kondisi serupa terjadi pada sektor angkutan laut. Jumlah penumpang pada Januari 2026 tercatat 44.627 orang, turun 19,41 persen dari bulan sebelumnya.
Penurunan terdalam terjadi di Pelabuhan Samarinda yang anjlok 34,78 persen. Disusul Pelabuhan Semayang Balikpapan yang turun 15,46 persen dan Pelabuhan Bontang sebesar 7,26 persen.
Namun, jika dibandingkan dengan Januari tahun lalu, sektor ini justru tumbuh signifikan sebesar 46,30 persen. Pelabuhan Semayang Balikpapan menjadi pendorong utama dengan lonjakan hingga 97,44 persen.
Secara pangsa, pelabuhan ini mendominasi dengan kontribusi 66,84 persen atau 29.829 penumpang. Sementara Pelabuhan Samarinda menyumbang 20,36 persen dan Pelabuhan Bontang sebesar 12,80 persen.
Berbeda dengan penumpang, sektor kargo justru menunjukkan tren positif. Volume barang yang diangkut melalui jalur laut meningkat 7,36 persen dibandingkan Januari 2025.
Pelabuhan Bontang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 35,82 persen, diikuti Pelabuhan Sangkulirang dan Pelabuhan Samarinda.
Sementara itu, Pelabuhan Kuala Samboja mendominasi pangsa kargo dengan kontribusi 30,10 persen atau sekitar 2,5 juta ton. Disusul Pelabuhan Sangkulirang, Pelabuhan Sangatta, Pelabuhan Tanah Grogot, dan Pelabuhan Tanjung Redeb.
Meski secara bulanan mengalami kontraksi, tren tahunan sektor transportasi di Kaltim masih menunjukkan pemulihan. Penurunan di awal tahun ini diduga dipengaruhi pola musiman setelah tingginya mobilitas pada periode libur akhir tahun. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















