• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Mei 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Tjilik Riwut, Putra Dayak Pemimpin Pasukan Terjun Payung Pertama TNI AU

Suriadi Said by Suriadi Said
7 Juni 2022 | 01:21
Reading Time: 6 mins read
2
Tjilik Riwut, Putra Dayak Pemimpin Pasukan Terjun Payung Pertama TNI AU

Tjilik Riwut. © GNFI/Juang M. Nugraha

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PILIHAN REDAKSI

Bandara Ujoh Bilang Mahulu Hampir Rampung, Siap Diresmikan Awal Februari 2026

Bandara Ujoh Bilang Mahulu Hampir Rampung, Siap Diresmikan Awal Februari 2026

8 Januari 2026 | 09:26
SK PPPK Paruh Waktu Bontang Rampung Dicetak, Pelantikan 20 Oktober Link Jadwal dan Syarat Seleksi PPPK di Bontang 214 PPPK Bontang Resmi Bertugas, Mayoritas di Posisi Tenaga Teknis

SK PPPK Paruh Waktu Bontang Rampung Dicetak, Pelantikan 20 Oktober

1 Oktober 2025 | 15:37

pranala.co – Konotasi “orang hutan” mungkin negatif bagi kebanyakan orang, tetapi tidak dengan Tjilik Riwut (dibaca: Cilik Riwut). Sosok tokoh nasional satu ini justru senang dan bangga mendapuk dirinya sebagai “orang hutan” karena dibesarkan di rimba Kalimantan.

Bukan tanpa alasan Tjilik senang dengan sebutan itu. Darah suku Dayak—penghuni belantara Kalimantan—yang mengalir dalam dirinya menjadi alasannya.

Sebagai putra Dayak, Tjilik ikut berperan dalam kemerdekaan bangsa Indonesia. Dari balik hutan ia lantang bersuara menentang penjajahan Belanda. Dan kembali ke hutan pula ia berupaya mengusir mereka.

Selepas kemerdekaan, Kalimantan Tengah masih mencari-cari ibu kota provinsi yang tepat. Tjilik pun muncul dan berperan besar dalam memilih tempat ibu kota Kalimantan Tengah. Maka dipilihlah sebuah hutan belukar yang kini menjadi kota Palangka Raya dan mempunyai status spesial dalam sejarah bangsa.

“Cilik” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kecil. Namun, bukan berarti Tjilik satu ini mempunyai sejarah dan kisah yang kecil. Banyak nilai kehidupan yang diperlihatkan Tjilik semasa hidupnya. Namanya besar, terutama sebagai perwakilan masyarakat Dayak yang berjuang untuk Indonesia.

Tjilik Kecil, Lahir dengan Mata Terbuka

Sebagian bayi biasanya tidak bisa langsung membuka matanya ketika lahir. Tekanan saat melewati jalan lahir membuat matanya membesar, bengkak dan sembab hingga tidak dapat membuka matanya. Hanya saja Tjilik kecil adalah bayi yang tidak biasa, ia lahir dengan mata terbuka.

Pada 2 Februari 1918, Tjilik Riwut lahir dari pasangan Riwut Dahiang dan Piai Sulang di Kasongan, Katingan, Kalimantan Tengah. Saat dilahirkan, mata Tjilik terbuka lebar memandang sekitar seolah sedang mengintip dan mengamati situasi. Kondisi ini membuat orang tuanya memberikan gelar “Silik” artinya “mengintip”. Tak pelak ketika balita ia kerap dipanggil Silik sebagai sapaan akrabnya.

Semasa kecilnya, Tjilik cerdik, banyak akal. Pernah suatu ketika bermain sepak bola, Tjilik kalah saing karena postur tubuhnya kalah saing dengan teman-temannya yang usianya jauh lebih tua. Tak mau kalah, ia pasangkanlah kayu di kakinya. Agar tidak terlihat, Tjilik menggunakan celana panjang. Alhasil, lawan-lawannya mengaduh kesakitan ketika menabrak kakinya.

Tjilik Riwut
Orang tua Tjilik Riwut, Riwut Dahiang dan Piai Sulang. Sumber: Nila Riwut, “Sanaman Lampang Besi Mengambang: Kisah Sekitar Kehidupan Tjilik Riwut”

Tjilik kecil bersekolah di Sekolah Rakyat Vervolu School Zending di Kasongan, dititipkan di rumah keluarga pendeta asal Eropa (kemungkinan berkebangsaan Belanda, Jerman atau Swiss). Di sekolah tersebut, Tjilik menjadi pembantu sambil bersekolah.

Ketika baru menduduki kelas lima, Tjilik ditugaskan kepala sekolahnya membantu mengajar ke kampung Luwuk Kanan di hilir Kasongan. Perjalanan ke sana tidak lewat sejalan setapak, melainkan menggunakan perahu. Sendirian Tjilik mengayuh perahu menuju sekolah tempat ia mengajar. Kegiatan mengajar ia lakukan seminggu sekali tanpa keluhan.

Menginjak usia remaja, tanah Jawa menjadi tempat perantauan Tjilik demi menuntut ilmu. Pada 1940, ia sempat kembali ke tanah kelahirannya dan melakukan orasi perjuangan di gereja tempatnya bekerja sebagai pembantu. Sehabis itu, ia kembali ke Jawa melanjutkan perantauannya.

Jadi Perawat dan Jurnalis

Tjilik Riwut dikenal sebagai tokoh militer, tetapi sebelum itu ia pernah melakoni profesi bermacam-macam. Di Jawa, ia pernah mengikuti kursus perawat di Rumah Sakit Bayu Asih, Purwakarta, dan Rumah Sakit Immanuel, Bandung.

Anak perantauan yang mempunyai ekonomi terbatas biasanya banyak akal. Demi bisa membaca koran gratis, Tjilik gemar melobi temannya yang bekerja sebagai loper koran dengan bersedia menggantikan pekerjaannya. Tjilik cukup membaca gratis, uang hasil menjual koran tetap disetor seluruhnya untuk sang teman.

Sambil menyelam, minum air. Rutinintasnya membaca koran gratis membuatnya bisa belajar menulis artikel. Sekitar 1940-1941, Tjilik pun bekerja sebagai pemimpin redaksi majalah bulanan Soeara Pakat yang bergairah menyuarakan semangat dan cita-cita kebangsaan yang menjadi dasar perjuangan Pakat Dayak. Selain itu, ia juga menyuarakan masalah kesehatan dalam masyarakat Dayak dan mengkritik orang-orang Belanda yang menganggap orang Dayak tidak beradab.

Tjilik tidak sendirian dalam berprofesi sebagai jurnalis. Ia bersama Sanusi Pane di harian Pembangunan dan pernah bergabung bersama para wartawan generasi muda Suku Dayak terkemuka, yaitu; Mahir Mahar, C. Luran, Christian Nyunting, dan H. Nyangkal, serta pelopor dan perintis pers di Kalimantan Tengah, Hausmann Baboe.

Kepiawaiannya merangkai kata di media cetak coba disalurkannya ketika membuat buku. Total ada enam buku yang hasil tangan Tjilik, yakni Makanan Dayak (1948), Sejarah Kalimantan (1952), Kalimantan Memanggil (1958), Memperkenalkan Kalimantan Tengah dan Pembangunan Kota Palangka Raya (1962), Manaser Panatau Tatu Hiang (1965) dan Kalimantan Membangun (1979).

“Ara Marop,” Moto Tjilik Riwut Menggaet Pujaan Hati

Hati Tjilik yang berpangkat mayor tengah berbunga-bunga ketika dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, pada 1947. Ia kepincut perawat bernama Clementine Suparti yang biasa dipanggil Pong.

Pong risih pada Tjilik. Pasalnya Tjilik gemar melontarkan rayuan gombal lengkap dengan pantun dan puisi yang menjadi jurus andalannya. Ia pun memilih keluar dari pekerjaannya dan sejenak menganggur di rumah orang tua.

Tjilik Riwut2
Pernikahan Tjilik Riwut dan Clementine Suparti. Sumber: Nila Riwut, “Sanaman Lampang Besi Mengambang: Kisah Sekitar Kehidupan Tjilik Riwut”

Pong lantas mendapatkan kerjaan baru menjadi perawat ibunda Menteri Pertahanan Indonesia saat itu, Amir Syarifuddin. Tak dinyana, mungkin memang jodoh, keduanya bertemu di kediaman sang menteri. Kala itu Tjilik memang sedang ingin membahas tugas pasukan MN 1001 yang dipimpinnya. Tjilik yang semula dihantui awan mendung menjadi lebih cerah wajahnya dan membuat anak buahnya bertanya-tanya.

Sayangnya, berulang kali Tjilik bolak-balik ke kediaman Syarifuddin, sang pujaan hati masih saja tidak menggubris niatannya. Rupanya Pong sudah mempunyai teman dekat yang juga berpangkat mayor dan juga komandan pasukan.

Ara Marop, kalau kata orang Dayak, yang artinya pantang menyerah. Ya, Tjilik melakukan pendekatan lewat keluarga Pong, dari ayahnya sampai keponakannya. Perlahan tapi pasti, Pong luluh juga dan menerima cinta Tjilik. Karena orang tua Pong beragama Katolik dan sangat religius, Tjilik yang menganut Kaharingan pindah agama dan dibabtis di gereja Katolik Kotabaru, Yogyakarta.

Tjilik akhirnya menuai nazarnya baru akan menikah jika Indonesia merdeka. Pernikahan keduanya digelar pada 31 Mei 1948. Upacara pernikahan di gereja diawasi oleh pasukan MN 1001. Penjagaan ketat dilakukan karena ada isu teman dekat Pong cemburu dan bermaksud melarikannya. Namun, hal itu tak terjadi di mana situasi aman terkendali.

Pemimpin Pasukan Penerjun

Jiwa nasionalis Tjilik Riwut ditegaskan kala bersumpah setia kepada Indonesia bersama enam pemuda Dayak lainnya di hadapan Presiden Sukarno di ibu kota RI saat itu, Yogyakarta, pada 17 Desember 1946. Para pemuda itu menjadi wakil dari 142 Suku Dayak kala itu.

Tjilik sendiri direkrut menjadi militer karena kemampuannya memahami medan Kalimantan. Yang paling diingat darinya ia pernah didapuk menjadi komandan pasukan penerjun payung pertama di Indonesia. Ia memimpin operasi untuk membantu Indonesia yang kala itu ingin menembus blokade Belanda di Kalimantan.

Walaupun tak ikut terjun, Tjilik memegang peran sebagai komandan dalam operasi yang melibatkan 13 orang itu pada 17 Oktober 1947. Tanggal operasi itu pun diperingati sebagai hari Pasukan Khas TNI AU.

Dalam buku Tjilik Riwut Berkisah Aksi Kalimantan dalam Tugas Operasional Militer Pertama Pasukan Payung Angkatan Udara Republik Indonesia yang ditulis Nila Riwut, inisiatif penerjunan pertama disebutkan datang dari gubernur pertama Kalimantan, Mohammad Noor. Usul tersebut disampaikan di Yogyakarta pada Kepala Staf Angkatan Udara Suryadi Suryadarma lantaran wilayah Kalimantan telah diblokade NICA sehingga sulit bagi pejuang di Jawa untuk berhubungan dengan pejuang Indonesia di Kalimantan.

Tjilik Riwut3
Potret Pasukan penerjun TNI AU. Sumber: TNI-AU.mil.id

Lalu ditunjuklah Tjilik sebagai komandan pasukan penerjun yang bersandi MN1001 itu. Tjilik merupakan pejuang asal Kalimantan Tengah dan 13 peterjun dalam pasukan itu juga sebagian besar berasal dari Kalimantan. Sebagian lagi dari Pulau Jawa. Mereka adalah Kapten Hari Hadisoemantri (asal Semarang), Letda Iskandar (Sampit), Serma Kosasih (Barito), Kapten FM Soejoto (Ponorogo), Bachri (Barabai), J. Bitak (Kelapa Baru-Kalimantan), C. Willem (Kuala Kapuas), Imanuel Nuhan (Kahayan Hulu), Mika Amirudin (Kahayan Hulu), Ali Akbar (Balikpapan), Letda M Dachlan (Sampit), JH Darius (Kasongan), dan Marawi (Rantau Pulut).

”Operasi penerjunan yang dilakukan oleh 13 prajurit AURI tersebut merupakan peristiwa yang menandai lahirnya satuan pasukan khusus AURI, yang kemudian dikenal sebagai Pasukan Gerak Tjepat (PGT),” tulis Adityawarman dalam buku Bapak Angkatan Udara Suryadi Suryadarma.

Mengusulkan Letak Ibu Kota Kalimantan Tengah, Palangka Raya

”Bapak, tuntutan masyarakat Kalimantan Tengah telah disetujui dan kami bersama telah menentukan letak ibu kotanya,” kata Tjilik pada Presiden Sukarno. Saat itu, Tjilik mengusulkan membangun kota di tengah hutan. Sukarno lantas keheranan, karena sudah ada beberapa daerah yang menjadi kota dan bisa dikembangkan lebih lanjut.

Hanya saja Tjilik tidak mau kota-kota yang sudah ada itu menjadi ibu kota Kalimantan Tengah. Alam merdeka baginya adalah jauh dari warisan pemerintahan kolonialisme Belanda.

”Begini pak, agar Kalimantan Tengah benar-benar murni dibangun atas hasil karya anak bangsa di Alam Merdeka. Bukan peningalan Belanda. Murni dibangun dari hutan belukar dan kami mohon Bapak sendiri yang akan meresmikan. Bukan main, Pak, nama Bapak akan dikenang sepanjang masa untuk peristiwa ini,” rayu Tjilik yang akhirnya idenya itu diloloskan Sukarno.

Impian Tjilik jadi kenyataan. Peletakan tiang pertama pembangunan kota Palangka Raya dilakukan oleh Sukarno pada 17 Juli 1957. Tempat peletakan tiang pertamanya kini dikenang sebagai Tugu Sukarno. Palangka Raya pun menjadi kota yang istimewa karena menjadi ibu kota pertama yang murni hasil karya anak bangsa di alam merdeka, bukan peninggalan Belanda.

Menjadi Gubernur Kalimantan Tengah

Kariernya yang cemerlang membuat Tjilik Riwut ditunjuk sebagai gubernur provinsi Kalimantan Tengah pada 30 Juni 1958. Adapaun masa jabatannya terhitung dari 1959 sampai 1967.

Tjilik tak hanya dekat dengan kalangan terpandang, tetapi juga masyarakat setempat. Ketika menjabat posisi gubernur, ia rela berhari-hari berjalan kaki menembus hutan untuk bertemu warga dan menginap di perahu. Dia juga kerap bersama masyarakat dan pekerja dalam menebang pohon, angkat batu, hingga beristirahat.

Tjilik Riwut4
Tjilik Riwut yang gemar berkalung handuk, menjadi tanda kesederhanaannya. Sumber: Nila Riwut, “Sanaman Lampang Besi Mengambang: Kisah Sekitar Kehidupan Tjilik Riwut”

Pada 1987, Tjilik dirawat di Rumah Sakit Suaka Insan, Banjarmasin. Keluhannya saat itu adanya gangguan lever dan diabetes. Dokter menyarankan ia mesti dirawat di Jakarta. Namun, Tjilik menolak anjuran itu karena memilih meninggal di Kalimantan.

Pada hari Senin, 17 Agustus 1987, yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kemerdekaan Indonesia, Tjilik Riwut meninggal dalam usia 69 Tahun. Jasadnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Namanya kini diabadikan untuk salah satu bandar udara dan jalan utama di Palangka Raya.

—

Referensi: TNI-AU.mil.id | Nila Riwut, “Sanaman Lampang Besi Mengambang: Kisah Sekitar Kehidupan Tjilik Riwut” | Adityawarman, “Bapak Angkatan Udara Suryadi Suryadarma” | Nila Riwut, “Tjilik Riwut Berkisah Aksi Kalimantan dalam Tugas Operasional Militer Pertama Pasukan Payung Angkatan Udara Republik Indonesia” | Depdikbud, “Sejarah Sosial Palangka Raya”

Tags: HeadlinePasukan Terjun PayungPutra DayakSuku DayakTjilik RiwutTNI Angkatan Udara
Previous Post

Simpan Sabu di Kaos Kaki, Bandar Narkoba Diciduk

Next Post

Tulisan Ridwan Kamil soal Anaknya Eril; Kapan Kita Pulang?

BACA JUGA

Fakta Baru Kasus 92 Kg Sabu di Samarinda, BNN Sebut Nama Fathur Rahman

Fakta Baru Kasus 92 Kg Sabu di Samarinda, BNN Sebut Nama Fathur Rahman

19 Mei 2026 | 17:16
Konflik Lahan Kaltim Meledak Lagi, Warga Mengadu ke Gubernur: Kami Selalu Kalah

Konflik Lahan Kaltim Meledak Lagi, Warga Mengadu ke Gubernur: Kami Selalu Kalah

19 Mei 2026 | 17:06
Bontang Tinggalkan Arsip Manual, Sekolah dan Kelurahan Mulai Wajib Digital

Bontang Tinggalkan Arsip Manual, Sekolah dan Kelurahan Mulai Wajib Digital

19 Mei 2026 | 16:36
Motor Raib saat Sibuk Bikin Kue, Remaja 19 Tahun di Bontang Pelakunya

Motor Raib saat Sibuk Bikin Kue, Remaja 19 Tahun di Bontang Pelakunya

19 Mei 2026 | 15:39
Perdebatan Hak Angket Pecah di DPRD Kaltim, Golkar Pilih Rem Politik

Perdebatan Hak Angket Pecah di DPRD Kaltim, Golkar Pilih Rem Politik

19 Mei 2026 | 14:55
Diterjang Arus Pasang, Warga Muara Badak Tenggelam saat Pasang Jaring

Diterjang Arus Pasang, Warga Muara Badak Tenggelam saat Pasang Jaring

19 Mei 2026 | 14:35
Next Post

Tulisan Ridwan Kamil soal Anaknya Eril; Kapan Kita Pulang?

Comments 2

  1. Ping-balik: Lok Tuan Ditetapkan sebagai Kampung Tangguh karena Rawan Narkoba - pranala.co
  2. Ping-balik: Apa Saja Dilakukan Jenderal Andika Perkasa di Balikpapan selama 3 Jam? - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

18 Mei 2026 | 09:01
Nasib PPPK Kutim 2021 Ditentukan Tahun Ini, Kinerja Buruk Terancam Putus Kontrak Kutim Resmi Tanpa Honorer, 400 TK2D Diangkat jadi PPPK

Nasib PPPK Kutim 2021 Ditentukan Tahun Ini, Kinerja Buruk Terancam Putus Kontrak

16 Mei 2026 | 20:01
Warga Bontang Bisa Foto ASN Keluyuran saat Jam Kerja, TPP Terancam Ditahan Duh! ASN Bontang Nongkrong di Kafe saat Jam Kerja

Warga Bontang Bisa Foto ASN Keluyuran saat Jam Kerja, TPP Terancam Ditahan

19 Mei 2026 | 11:38
Gerbong Mutasi di Kutim; Empat Kepala Dinas dan Dua Dokter Ahli Utama Dilantik

Gerbong Mutasi di Kutim; Empat Kepala Dinas dan Dua Dokter Ahli Utama Dilantik

18 Mei 2026 | 12:07
Retribusi Wisata Bontang Kuala bakal Ditarik Lagi, Tarif Rp5 Ribu Dievaluasi

Retribusi Wisata Bontang Kuala bakal Ditarik Lagi, Tarif Rp5 Ribu Dievaluasi

12 Mei 2026 | 23:59

Terbaru

Fakta Baru Kasus 92 Kg Sabu di Samarinda, BNN Sebut Nama Fathur Rahman

Fakta Baru Kasus 92 Kg Sabu di Samarinda, BNN Sebut Nama Fathur Rahman

19 Mei 2026 | 17:16
Konflik Lahan Kaltim Meledak Lagi, Warga Mengadu ke Gubernur: Kami Selalu Kalah

Konflik Lahan Kaltim Meledak Lagi, Warga Mengadu ke Gubernur: Kami Selalu Kalah

19 Mei 2026 | 17:06
Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, DPR Singgung ‘Kode Kemerdekaan 17-8-45’

Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, DPR Singgung ‘Kode Kemerdekaan 17-8-45’

19 Mei 2026 | 16:58
Banyak Pembeli Tertipu Tampilan, Diskes Kaltim Beberkan Ciri Hewan Kurban Tidak Sehat Doa Menyembelih Hewan Kurban dan Tata Caranya

Banyak Pembeli Tertipu Tampilan, Diskes Kaltim Beberkan Ciri Hewan Kurban Tidak Sehat

19 Mei 2026 | 16:44
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

cuaca 898100136

cuaca 898100137

cuaca 898100138

cuaca 898100139

cuaca 898100140

cuaca 898100141

cuaca 898100142

cuaca 898100143

cuaca 898100144

cuaca 898100145

cuaca 898100146

cuaca 898100147

cuaca 898100148

cuaca 898100149

cuaca 898100150

cuaca 898100151

cuaca 898100152

cuaca 898100153

cuaca 898100154

cuaca 898100155

cuaca 898100156

cuaca 898100157

cuaca 898100158

cuaca 898100159

cuaca 898100160

cuaca 898100161

cuaca 898100162

cuaca 898100163

cuaca 898100164

cuaca 898100165

cuaca 898100166

cuaca 898100167

cuaca 898100168

cuaca 898100169

cuaca 898100170

cuaca 898100171

cuaca 898100172

cuaca 898100173

cuaca 898100174

cuaca 898100175

article 710000151

article 710000152

article 710000153

article 710000154

article 710000155

article 710000156

article 710000157

article 710000158

article 710000159

article 710000160

article 710000161

article 710000162

article 710000163

article 710000164

article 710000165

article 710000166

article 710000167

article 710000168

article 710000169

article 710000170

article 710000171

article 710000172

article 710000173

article 710000174

article 710000175

article 710000176

article 710000177

article 710000178

article 710000179

article 710000180

article 710000181

article 710000182

article 710000183

article 710000184

article 710000185

article 710000186

article 710000187

article 710000188

article 710000189

article 710000190

article 710000191

article 710000192

article 710000193

article 710000194

article 710000195

article 710000196

article 710000197

article 710000198

article 710000199

article 710000200

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

psda 438000066

psda 438000067

psda 438000068

psda 438000069

psda 438000070

psda 438000071

psda 438000072

psda 438000073

psda 438000074

psda 438000075

psda 438000076

psda 438000077

psda 438000078

psda 438000079

psda 438000080

psda 438000081

psda 438000082

psda 438000083

psda 438000084

psda 438000085

psda 438000086

psda 438000087

psda 438000088

psda 438000089

psda 438000090

psda 438000091

psda 438000092

psda 438000093

psda 438000094

psda 438000095

psda 438000096

psda 438000097

psda 438000098

psda 438000099

psda 438000100

psda 438000101

psda 438000102

psda 438000103

psda 438000104

psda 438000105

psda 438000106

psda 438000107

psda 438000108

psda 438000109

news-1701
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 888000071

article 888000072

article 888000073

article 888000074

article 888000075

article 888000076

article 888000077

article 888000078

article 888000079

article 888000080

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 868100061

article 868100062

article 868100063

article 868100064

article 868100065

article 868100066

article 868100067

article 868100068

article 868100069

article 868100070

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

cuaca 898100041

cuaca 898100042

cuaca 898100043

cuaca 898100044

cuaca 898100045

cuaca 898100046

cuaca 898100047

cuaca 898100048

cuaca 898100049

cuaca 898100050

cuaca 898100051

cuaca 898100052

cuaca 898100053

cuaca 898100054

cuaca 898100055

cuaca 898100056

cuaca 898100057

cuaca 898100058

cuaca 898100059

cuaca 898100060

cuaca 898100061

cuaca 898100062

cuaca 898100063

cuaca 898100064

cuaca 898100065

cuaca 898100066

cuaca 898100067

cuaca 898100068

cuaca 898100069

cuaca 898100070

cuaca 898100071

cuaca 898100072

cuaca 898100073

cuaca 898100074

cuaca 898100075

cuaca 898100076

cuaca 898100077

cuaca 898100078

cuaca 898100079

cuaca 898100080

cuaca 898100081

cuaca 898100082

cuaca 898100083

cuaca 898100084

cuaca 898100085

cuaca 898100086

cuaca 898100087

cuaca 898100088

cuaca 898100089

cuaca 898100090

cuaca 898100091

cuaca 898100092

cuaca 898100093

cuaca 898100094

cuaca 898100095

cuaca 898100096

cuaca 898100097

cuaca 898100098

cuaca 898100099

cuaca 898100100

cuaca 898100101

cuaca 898100102

cuaca 898100103

cuaca 898100104

cuaca 898100105

cuaca 898100106

cuaca 898100107

cuaca 898100108

cuaca 898100109

cuaca 898100110

cuaca 898100111

cuaca 898100112

cuaca 898100113

cuaca 898100114

cuaca 898100115

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

article 710000061

article 710000062

article 710000063

article 710000064

article 710000065

article 710000066

article 710000067

article 710000068

article 710000069

article 710000070

article 710000071

article 710000072

article 710000073

article 710000074

article 710000075

article 710000076

article 710000077

article 710000078

article 710000079

article 710000080

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

article 999990021

article 999990022

article 999990023

article 999990024

article 999990025

article 999990026

article 999990027

article 999990028

article 999990029

article 999990030

article 999990031

article 999990032

article 999990033

article 999990034

article 999990035

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

cuaca 638000001

cuaca 638000002

cuaca 638000003

cuaca 638000004

cuaca 638000005

cuaca 638000006

cuaca 638000007

cuaca 638000008

cuaca 638000009

cuaca 638000010

cuaca 638000011

cuaca 638000012

cuaca 638000013

cuaca 638000014

cuaca 638000015

cuaca 638000016

cuaca 638000017

cuaca 638000018

cuaca 638000019

cuaca 638000020

news-1701