BONTANG – Razia ketertiban umum selama Ramadhan yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang, Rabu (12/3/2025) malam, mengungkap fakta mengejutkan. Dari lima orang yang diamankan di sejumlah hotel dan penginapan, tiga di antaranya masih berstatus pelajar.
Salah satu peristiwa paling dramatis terjadi ketika seorang perempuan berinisial FE harus menerima kenyataan pahit ditinggal kabur oleh kekasihnya saat penggerebekan berlangsung. Sementara itu, pasangan lainnya, NA (18) dan A (18), turut diamankan di kamar hotel oleh petugas.
Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Bontang, Arianto, mengungkapkan ketiga pelajar tersebut diduga merupakan siswa dari salah satu sekolah negeri di Kota Bontang.
“Kami akan menyerahkan mereka kepada orang tua masing-masing setelah mereka menandatangani surat pernyataan. Namun, jika ada orang tua yang merasa keberatan atau dirugikan, kasus ini akan kami limpahkan ke aparat penegak hukum (APH),” ujar Arianto kepada wartawan usai razia.
Arianto menegaskan bahwa razia ini merupakan bagian dari penegakan Surat Edaran Wali Kota Bontang tentang ketertiban umum selama bulan suci Ramadan. Ia juga memastikan bahwa operasi serupa akan terus dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan meminimalisir pelanggaran norma sosial di masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban umum selama Ramadhan. Kami ingin memastikan lingkungan tetap aman, nyaman, dan sesuai dengan nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat,” tegasnya.
Selain mendata dan membina mereka yang terjaring, Satpol PP Bontang juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anak. Arianto meminta keluarga untuk lebih peduli terhadap aktivitas anak-anak mereka di luar rumah.
Lebih lanjut, Arianto menyampaikan harapannya agar kasus ini menjadi peringatan bagi orang tua dan pihak sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap remaja. Ia khawatir jika pengawasan longgar, maka potensi penyimpangan perilaku di kalangan pelajar bisa meningkat.
“Ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Kami berharap orang tua dan sekolah lebih intensif memantau pergaulan anak-anak, khususnya di masa Ramadhan,” tutup Arianto.
Operasi ketertiban seperti ini mendapat dukungan dari berbagai pihak sebagai langkah preventif untuk mencegah maraknya pelanggaran norma sosial dan menjaga kesucian bulan Ramadhan di Kota Bontang. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















