Pranala.co, SANGATTA – Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali molor. Padahal, DPRD sudah tiga kali menjadwalkan rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Hingga akhir Agustus ini, Nota Perubahan APBD 2025 belum juga disampaikan eksekutif.
Wakil Ketua I DPRD Kutim, Sayid Anjas, menegaskan pihaknya sudah berulang kali menunggu keseriusan pemerintah. Jadwal rapat paripurna pun sudah ditetapkan, tetapi tak kunjung ada hasil.
“Sudah tiga kali kami tetapkan jadwal, lagi-lagi pemerintah tidak siap menyampaikan Nota Perubahan APBD 2025,” ungkap Sayid.
Menurutnya, DPRD Kutim kini hanya bisa menunggu pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim TAPD. Jika nota sudah masuk, proses bisa segera jalan.
“Kalau sudah dibahas, seminggu kemudian bisa langsung diketok. Setelah sah, pembangunan bisa segera berjalan,” tambahnya.
Nada serupa datang dari anggota DPRD Kutim, Faizal Rachman. Ia mengingatkan bahwa waktu sudah sangat mepet.
“Sekarang sudah akhir Agustus 2025. Kalau molor terus, kapan kita mau bahas? Jangan sampai di sisa waktu yang semakin sempit, kita tidak sempat membuka atau meneliti apa yang mau dibelanjakan pemerintah,” ucap Faizal.
Ia juga menegaskan, paripurna adalah forum tertinggi DPRD. Jika suara legislatif tidak didengar, DPRD tak bisa berbuat banyak.
Menanggapi sorotan tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memastikan APBD-P 2025 sudah rampung.
“Alhamdulillah, APBD Perubahan 2025 sudah clear dan siap kita masukkan ke DPRD. Termasuk juga rancangan APBD Murni 2026 sudah selesai dan siap dibahas,” kata Ardiansyah.
Ia menegaskan, fokus utama APBD-P 2025 adalah percepatan pembangunan infrastruktur yang masih berjalan serta peningkatan kualitas layanan publik di berbagai sektor.
Bupati Kutim juga menampik anggapan bahwa pemerintah terlambat. Menurutnya, proses penyusunan berjalan sesuai tahapan. (HAF)
















