PROGRAM Program pembinaan remaja di Kutai Timur (Kutim) terguncang. Isu yang menyeret seorang oknum pegawai di lingkungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) disebut berdampak langsung pada partisipasi masyarakat, khususnya dalam kegiatan Generasi Berencana (Genre).
Sekretaris DPPKB Kutim, Jumran, mengungkapkan kepercayaan publik menurun setelah beredarnya informasi di media sosial yang mengaitkan salah satu pegawai dengan dugaan perilaku yang memicu kontroversi.
Ia menjelaskan, isu tersebut bermula dari unggahan di media sosial yang menampilkan seorang pria yang disebut sebagai pegawai DPPKB tengah berpelukan dengan pria lain, sehingga memicu sorotan publik.
Dampak paling terlihat, kata dia, terjadi pada kegiatan rapat koordinasi program Genre pada Maret 2026. Hingga kegiatan berakhir, tidak satu pun peserta hadir.
“Sampai sore tidak ada peserta. Kemungkinan karena kekhawatiran orang tua setelah isu itu muncul,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Program Genre merupakan salah satu ujung tombak edukasi remaja terkait kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, dan pembinaan keluarga. Menurunnya partisipasi dinilai berpotensi menghambat capaian program di lapangan.
Jumran mengakui, isu yang berkembang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga merembet pada citra institusi yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Persoalan tersebut juga mencuat dalam agenda pembinaan yang dilakukan BKKBN Kaltim saat melakukan kunjungan ke Kutai Timur.
Dalam forum tersebut, aspek kedisiplinan aparatur menjadi sorotan, termasuk pentingnya menjaga integritas di ruang publik.
“Hal-hal kecil saja bisa dikenai sanksi. Apalagi jika berdampak luas seperti ini,” kata Jumran.
Meski isu telah menyebar luas, DPPKB Kutim menyebut belum menerima laporan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut. Namun, potensi adanya pihak yang dirugikan tidak menutup kemungkinan proses lebih lanjut dilakukan.
Pihak dinas menegaskan tidak akan memberikan perlindungan jika terbukti terjadi pelanggaran.
“Secara kelembagaan, kami tidak akan melindungi. Harus diusut tuntas,” tegasnya. [HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















