KELAS-KELAS yang selama ini berjalan dengan keterbatasan tenaga pengajar segera mendapat tambahan energi baru. Pemerintah Kota Bontang memastikan akan merekrut 127 guru dalam waktu dekat.
Keputusan ini diambil bukan sekadar menambal kekurangan, tetapi menjawab dua persoalan sekaligus. Krisis tenaga pengajar dan tingginya angka pengangguran lokal.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan kebijakan tersebut telah melalui pertimbangan matang, terutama dari sisi kemampuan keuangan daerah.
“Kita sudah putuskan bersama, akan merekrut 127 guru. Pembiayaannya melalui dana BOS yang akan kita optimalkan, dan gajinya disesuaikan dengan UMK,” ujar dia kepada Pranala.co.
Di tengah ruang fiskal yang terbatas, Pemkot Bontang memilih jalur alternatif. Alih-alih membebankan ke APBD, pembiayaan gaji guru baru akan ditopang dari optimalisasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Untuk tingkat SMP, dana BOS dari pemerintah pusat saat ini sekira Rp1,1 juta per siswa. Pemerintah kota menambah sekitar Rp900 ribu hingga Rp1 juta per siswa. Dari sinilah ruang pembiayaan dibuka.
“Kalau mengandalkan APBD, tidak mungkin. Jadi kita fokuskan fungsi anggaran pendidikan. Konsekuensinya, pengurangan ada di sektor infrastruktur,” jelas Neni.
Rekrutmen akan dilakukan secara terbuka melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan alias Disdikbud Bontang. Namun ada satu garis tebal yang ditegaskan: warga Bontang mendapat prioritas utama.
Pemkot ingin memastikan kesempatan kerja ini tidak justru diambil oleh tenaga dari luar daerah.
“Kita ingin syaratnya warga Bontang yang sudah tinggal beberapa tahun di sini. Jangan sampai ada eksodus tenaga kerja dari luar, sementara pengangguran lokal masih banyak,” tegasnya.
Meski demikian, fleksibilitas tetap disiapkan. Untuk formasi tertentu—seperti guru olahraga atau bidang spesifik lainnya—peluang akan dibuka bagi pelamar dari luar daerah jika tenaga lokal tidak tersedia.
Langkah ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas. Neni menekankan pentingnya tenaga pengajar yang memiliki kompetensi dan sertifikasi.
Dengan tambahan guru yang memadai, proses belajar mengajar diharapkan berjalan lebih optimal. Tidak ada lagi kelas yang kekurangan pengajar.
“Kami berharap tidak ada lagi kelas yang kekurangan guru, semua harus terpenuhi,” harap Wali Kota Bontang. [FR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















