BONTANG mulai merapikan strategi pembangunan berbasis pemuda. Di tengah komposisi penduduk yang didominasi generasi muda, pemerintah mendorong organisasi kepemudaan bertransformasi dari sekadar wadah aktivitas menjadi motor penggerak program daerah.
Langkah itu mengemuka dalam kegiatan optimalisasi peran organisasi kepemudaan yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) di Auditorium Pemuda, Selasa (14/4/2026).
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan keberhasilan agenda pembangunan tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan aktif generasi muda.
“Pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan. Dari organisasi, lahir ide dan inovasi untuk mendukung program pemerintah,” ujarnya.
Pemkot Bontang menekankan, organisasi kepemudaan tidak boleh berhenti sebagai ruang berkumpul semata. Organisasi dituntut meningkatkan kapasitas anggota dan menghasilkan kontribusi nyata.
“Organisasi harus mampu mencetak pemuda yang kompeten dan berdaya saing,” ujar Agus.
Kepala Dispopar-Ekraf Bontang, Eko Marsudi, menyebut sekira 59 persen penduduk Bontang adalah pemuda. Dengan total populasi sekitar 200 ribu jiwa, komposisi ini menjadi modal besar menghadapi bonus demografi.
Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya terkonversi menjadi capaian pembangunan. Salah satu indikatornya terlihat dari Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Bontang yang masih tertinggal dari rata-rata provinsi.
“IPP kita sekitar 70,3, sementara provinsi sudah 74. Ini tantangan bersama,” kata Eko.
Melalui forum yang diikuti sekira 30 ketua organisasi kepemudaan, pemerintah berupaya menyelaraskan program daerah dengan peran organisasi di lapangan.
Selain itu, forum ini juga diarahkan untuk menggali ide-ide kreatif dari komunitas pemuda agar lebih terintegrasi dalam kebijakan pembangunan.
Kegiatan berlangsung selama dua hari dan dikemas dalam format diskusi serta talkshow yang menghadirkan unsur pemerintah sebagai narasumber.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan visi pembangunan dan agenda Indonesia Emas 2045. [ADS/BTG]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














