Pranala.co, SAMARINDA – Dinamika tarif dan keterbatasan lahan parkir di Gedung Baru Pasar Pagi Samarinda akhirnya mendapat penjelasan resmi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memastikan kebijakan yang diterapkan bukan tanpa dasar.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan seluruh pengaturan parkir di kawasan pasar telah melalui kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Kajian itu menjadi penting karena pintu masuk gedung pasar bersinggungan langsung dengan ruas jalan nasional yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
“Kami tidak bisa mengambil kebijakan sembarangan. Posisi pasar ini sangat strategis, tetapi juga sensitif karena langsung terhubung dengan jalan nasional,” ujar Manalu saat ditemui di Kantor Dishub Samarinda, Selasa (20/1/2026).
Soal harapan pedagang agar diberlakukan tarif khusus atau sistem keanggotaan parkir, Dishub menegaskan hal itu belum bisa dipenuhi. Pemerintah kota memilih tetap pada kebijakan yang ada.
Alasannya sederhana. Lahan parkir di Gedung Baru Pasar Pagi sangat terbatas. Jika diberlakukan tarif khusus, potensi penumpukan kendaraan justru semakin besar.
“Kami menerapkan sistem perputaran kendaraan. Parkir tidak boleh terlalu lama agar ruang yang ada bisa dimanfaatkan oleh lebih banyak orang,” jelas Manalu.
Menurutnya, kebijakan ini sekaligus mendorong masyarakat untuk merencanakan aktivitas sejak awal. Datang ke pasar, berbelanja, lalu keluar tepat waktu.
Sebagai solusi sementara, Pemerintah Kota Samarinda telah menyiapkan area parkir alternatif. Salah satunya di kawasan Masjid Raya Darussalam yang dinilai paling memungkinkan saat ini.
Dishub menyadari jarak tempuh dari lokasi tersebut ke pasar tidak dekat. Namun, Manalu meminta pedagang ikut berperan aktif menjaga kelancaran aktivitas ekonomi.
“Ruang parkir di dalam gedung sebaiknya diprioritaskan untuk pembeli. Pedagang kami harapkan bisa sedikit mengalah demi kenyamanan pengunjung,” katanya.
Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah kota membangun budaya berjalan kaki. Terlebih, kawasan Teras Samarinda terus dikembangkan sebagai ruang publik terpadu.
“Berjalan kaki itu sehat. Memang perlu adaptasi, tetapi kota ini sedang bergerak ke arah itu,” tambah Manalu.
Ke depan, solusi jangka panjang telah disiapkan. Pemerintah Kota Samarinda tengah merancang sistem transportasi massal yang murah dan nyaman menuju Pasar Pagi.
Rencana tersebut terintegrasi dengan pengembangan Teras Samarinda tahap kedua. Nantinya, akan tersedia shelter bus di lokasi strategis, dekat pintu masuk gedung pasar.
Masyarakat bisa turun di kawasan Teras Samarinda, lalu menyeberang menuju pasar melalui fasilitas yang telah disediakan.
“Kalau Teras Samarinda tahap dua sudah dibuka, kami optimistis Gedung Pasar Pagi akan semakin ramai. Aksesnya lebih mudah, aktivitas ekonomi pun akan tumbuh,” pungkas Manalu. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















