Tagihan Naik 200 Persen, Warga Bersitegang dengan PDAM Balikpapan

Warga mendatangi Kantor PDAM Balikpapan untuk mendapatkan kejelasan kenaikan tarif, Kamis (2/7).

KANTOR PDAM Tirta Manggar Kota Balikpapan yang terletak di Jalan Ruhui Rahayu I No.1, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan diserbu puluhan pelanggan yang meminta penjelasan tagihan rekening air bulanan yang tidak wajar.

Agus Istiawan salah satunya. Warga Jalan Mayjend Sutoyo ini mengeluhkan tagihan bulan Juni tembus Rp 1,8 juta. Padahal, biasanya tertinggi hanya sebesar Rp 500 ribu. “Ini sudah enggak masuk akal mas. Kalau Rp 500 ribu terus bulan ini bayar Rp 800 ribu enggak masalah lah. Ini kan naiknya berapa kali lipat,” ujarnya, Agus Istiawan warga Jalan Mayjend Sutoyo, Kamis (2/7).

Hingga siang hari Agus dan sejumlah warga lainnya juga belum bisa mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari PDAM mengenai tagihan air yang ekstrem kenaikannya ini.

“Tagihan air bulan Juni naik berlipat-lipat, namun sampai saat ini belum penjelasan, kami minta solusinya bagaimana,” ujar Agus.

Serupa dengan Agus. Warga Kelurahan Manggar, Siti Amroh (24) juga mengalami hal yang serupa. Selama pandemik COVID-19, ia tidak menggelar kegiatan apapun hanya untuk keperluan sehari-hari namun tagihan airnya jauh dari angka normal.

“Saya bingung, enggak tau kenapa bisa mahal betul. Ini tagihan bulan Juni. Biasanya saya itu bayar cuma Rp250 ribu, tahu-tahu kok jadi Rp 800 ribu,” ujar Siti.

Warga yang datang ke kantor PDAM sempat ditemui oleh Humas PDAM Kota Balikpapan Suryo Hadi Prabowo, namun penjelasan pihak PDAM tidak bisa diterima warga, sehingga sempat terjadi ketegangan dan adu mulut soal solusi dan keterangan dari PDAM.

“Dia (Suryo) coba menjelaskan soal penghitungan kubikasi dan selama pandemik. Tapi tidak menyelesaikan soal tagihan yang naik sekian kali lipat ini. Kasihan kita masyarakat kecil ini,” ujar salah satu pelanggan, Maralangan, usai bertemu dengan Humas PDAM Kota Balikpapan.

Akibat terjadinya ketegangan tersebut Humas PDAM langsung diarahkan masuk ke dalam kantor oleh sejumlah petugas keamanan yang berjaga disana.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Manggar Balikpapan, Haidir Effendi mengakui telah terjadi penyimpangan ekstrem dalam penagihan tagihan PDAM. Namun, jumlahnya tidak terlalu besar yakni hanya sebesar 16,5 persen dari jumlah pelanggan yang mencapai 104 ribu pelanggan se-Kota Balikpapan.

“Kami akui ada penyimpangan ekstrem 100 persen terhadap tagihan para pelanggan PDAM, namun jumlahnya tidak terlalu besar. Saat ini kami masih melakukan identifikasi dan klarifikasi terhadap data yang keliru tersebut, untuk itu kami minta maaf,” ujar Haidir Effendi, saat rilis percepatan penanganan COVID-19 di Kantor Wali Kota Balikpapan. (idn)

More Stories
Mulai Hari Ini Iuran BPJS Kesehatan Naik, Berikut Daftarnya