SANGATTA, Pranala.co — Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) terus mematangkan persiapan peluncuran Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Sangatta. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung kebijakan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan seluruh aspek teknis dan administratif terpenuhi sebelum operasional dimulai.
Hingga awal April 2026, progres pembangunan fasilitas SPPG di lingkungan Polres Kutai Timur telah mencapai 99 persen. Tahap akhir kini difokuskan pada penyempurnaan aspek administrasi dan teknis lingkungan.
Kapolres Kutim, Fauzan Arianto, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu verifikasi akhir dari Badan Gizi Nasional sebagai syarat utama operasional.
“Progres sudah 99 persen. Kami menunggu hasil verifikasi final, termasuk kelengkapan administrasi dan penerbitan Nomor Pengguna Anggaran sebagai dasar legalitas,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sisa satu persen pekerjaan justru menjadi bagian paling krusial. Polres Kutim menaruh perhatian khusus pada sistem pengolahan air dan limbah, guna menghindari kendala yang sebelumnya sempat terjadi pada sejumlah unit layanan serupa di daerah tersebut.
Penguatan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi prioritas utama, seiring evaluasi ketat terhadap standar sanitasi dan keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, aspek keamanan pangan juga tidak luput dari perhatian. Proses sertifikasi halal untuk produk makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat saat ini tengah berlangsung.
“Kami ingin memastikan seluruh persyaratan teknis terpenuhi, mulai dari pengolahan air baku, IPAL, hingga sertifikasi halal. Ini penting agar distribusi berjalan lancar tanpa hambatan,” jelas Fauzan.
Berdasarkan pemetaan awal, SPPG Polres Kutim diproyeksikan melayani sekitar 3.200 penerima manfaat. Sasaran utama program ini adalah pelajar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama di wilayah Kecamatan Sangatta Utara.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah lingkungan pendidikan di sekitar Polsek Sangatta Utara, termasuk TK Bhayangkara.
Melalui program ini, peran kepolisian tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga diperluas pada kontribusi sosial, khususnya dalam peningkatan kualitas gizi generasi muda.
Kehadiran SPPG di bawah pengelolaan institusi kepolisian diharapkan menjadi model percontohan dalam pengelolaan layanan gizi yang disiplin terhadap regulasi.
Selain memastikan kualitas nutrisi, program ini juga menekankan kepatuhan terhadap standar kesehatan lingkungan, sehingga dapat berkelanjutan dalam jangka panjang. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















