PRANALA.CO – Pemkot Bontang bakal melakukan tahapan pembebasan lahan tahun ini. Terkhusus untuk infrastruktur Polder Telihan.
Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang alias Dinas PUPR Bontang, Edi Suprapto membenarkan rencana itu.
“Benar tahun ini masuk untuk pengadaan lahan,” terangnya.
Namun ia tidak bisa membeberkan lebih lanjut. Pasalnya ranah itu masuk di Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang). Kepala Bapelitbang Amiruddin Syam anggaran yang saat ini diajukan masih bisa berubah.
Mengingat dalam waktu dekat akan dilakukan appraisal terlebih dahulu. Hasil dari penaksiran itu akan menjadi acuan untuk total biaya pembebasan lahan.
“Jadi nanti kami bisa geser di APBD Perubahan,” sebutnya.
Pemkot pun tidak mau gegabah dalam hal pembebasan lahan. Pasalnya beberapa kasus pembebasan terjerat kasus korupsi. Sehingga proses itu harus berjalan tepat.
“Terpenting ada posnya terlebih dahulu. Kalau tidak ada maka tidak bisa baru diajukan di APBD Perubahan,” ungkapnya.
Sesuai dengan Detail enggineering desain (DED) maka kebutuhan anggaran mencapai Rp 30 miliar. Mengacu data studi larap jumlah pemilik lahan yang akan dibebaskan tidak terlalu banyak. Namun ia belum bisa menyebutkan jumlah pasti.
Infrastruktur ini diperlukan sebagai tempat tampung ketika debit sungai tinggi dari area hulu. Kemudian dialirkan ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Bontang sembari melihat situasi pasang-surut air laut.
“Polder ini memang sudah direncanakan sejak 2019 silam,” sebutnya.
Kala itu pemkot melakukan kajian feasibility studi (FS). Anggaran yang dikucurkan saat itu mencapai Rp 228 juta. Setelah itu tahapan yang sudah dilalui ialah penyusunan detail enggineering desain (DED).
Gelontoran dana saat itu sebesar Rp 1,2 miliar. Lokasi polder tersebut berada di dekat Tugu Selamat Datang Kota Bontang. Jika pembebasan tahun depan maka proses pembangunan fisik bakal dimulai 2025.
Luasan lahan yang diperlukan untuk infrastruktur penanangan banjir ini ialah 500×500 meter. Sejatinya pemkot telah memprogramkan sejumlah titik pembuatan polder. Mulai dari Tanjung Laut, Bontang Kuala, hingga Satimpo. Tetapi untuk Telihan ini potensi yang lebih dahulu. (*)















