Samarinda, PRANALA.CO – Tangis keluarga pecah saat jenazah Safitri (14) akhirnya ditemukan Selasa (13/5/2025) pagi. Remaja perempuan itu menjadi korban terakhir dari tragedi tanah longsor yang terjadi di Jalan Belimau, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara.
Sekira pukul 11.00 WITA, tim gabungan yang sejak pagi menyisir lokasi longsor berhasil menemukan jasad Safitri dalam kondisi meninggal dunia. Ia merupakan warga Jalan Giri Rejo Belimau Gang Bulutangkis RT 022, dan tercatat sebagai seorang pelajar.
Jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) ke RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda untuk proses identifikasi dan penanganan selanjutnya.
Penemuan ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya operasi pencarian yang telah dilakukan selama beberapa hari terakhir sejak bencana melanda kawasan pemukiman padat penduduk itu.
Pagi hari sebelum penemuan, tim pencari memulai kegiatan dengan apel kesiapan pukul 07.30 WITA, dipimpin langsung Kasat Samapta Polresta Samarinda, AKP Baharuddin, Sebanyak 12 personel Sat Samapta diturunkan, bergabung bersama BPBD, Basarnas, Brimob, Polsek Sungai Pinang, Kodim, Dinas PUPR, serta relawan kemanusiaan Samarinda.
Kerja keras mereka membuahkan hasil. Dua korban terakhir, termasuk Safitri, berhasil ditemukan selang beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 11.07 WITA. Proses evakuasi berjalan lancar dengan dukungan seluruh unsur gabungan di lokasi.
Sejak awal bencana terjadi, Polsek Sungai Pinang turut mengerahkan personelnya di lokasi. Mereka bertugas mengamankan area longsor, mengatur arus lalu lintas, serta memastikan proses evakuasi tidak terhambat oleh warga atau kendaraan yang melintas.
Peran aparat kepolisian sangat krusial, terlebih lokasi bencana berada di kawasan padat yang cukup ramai di pagi hari.
Dengan ditemukannya Safitri, maka total korban meninggal dunia akibat longsor Lempake berjumlah empat orang. Dua korban ditemukan sebelumnya, sementara dua lainnya, termasuk Safitri, ditemukan hari ini.
Bencana ini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar, terlebih para tetangga yang turut membantu sejak awal.
” Kami turut belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan menyampaikan imbauan agar masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor selalu waspada, terutama saat cuaca ekstrem melanda,” jelas Kasat Samapta Polresta Samarinda, AKP Baharuddin. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















Comments 2