RATUSAN siswa SD Al Husna Samarinda dan SMP Karakter Bangsa menjalani Imtihan Tilawah Alquran Metode WAFA yang dirangkai dengan Wisuda Kelulusan Kelas VI dan Kelas IX Angkatan Pertama di Ballroom Hotel Grand Verona Samarinda , Minggu (14/6/2026),
Momen ini menjadi salah satu bagian paling emosional dalam perjalanan sekolah yang baru berdiri tiga tahun lalu tersebut.
Di atas panggung, para siswa tidak diminta menjawab soal matematika atau ilmu pengetahuan umum. Mereka diuji langsung kemampuan membaca Alquran, menjelaskan hukum tajwid, melafalkan ayat-ayat ghorib, hingga menunjukkan kelancaran hafalan yang telah mereka pelajari selama bertahun-tahun.
Prosesi imtihan dipandu langsung Ustaz Mashuda, Trainer Metode WAFA yang datang dari Surabaya.
Satu per satu siswa dipanggil secara acak. Mereka harus menjawab pertanyaan dan membaca ayat yang ditentukan penguji di hadapan ratusan pasang mata yang menyaksikan.
Ketegangan terasa di seluruh ruangan. Namun suasana itu perlahan berubah menjadi kebanggaan ketika para siswa mampu menjawab setiap tantangan dengan lancar.
Tepuk tangan bergemuruh berkali-kali.
Di beberapa sudut ruangan, sejumlah wali murid tampak menyeka air mata. Bagi mereka, momen itu bukan sekadar kelulusan anak, melainkan hasil dari perjalanan panjang mendampingi proses belajar dan pembentukan karakter.
Imtihan publik tersebut menjadi bukti kemampuan para siswa membaca Alquran secara baik, benar, dan tartil sesuai kaidah yang diajarkan selama masa pendidikan.
Di balik kemeriahan wisuda, tersimpan kisah perjuangan yang tidak banyak diketahui. Sekretaris Yayasan, Rudiono, S.Psi., mengenang masa-masa awal ketika sekolah ini mulai dirintis pada 2023.
Saat itu, jumlah siswa yang bergabung masih sangat sedikit.
“Pada awal berdiri, murid kami hanya tiga orang untuk tingkat SD dan enam orang untuk tingkat SMP,” ujar Rudiono dalam sambutannya.
Jumlah tersebut jauh berbeda dengan kondisi saat ini.
Dalam kurun waktu tiga tahun, kepercayaan masyarakat terhadap sekolah terus meningkat. Kini SD Al Husna Samarinda memiliki sekitar 50 siswa, sedangkan SMP Karakter Bangsa telah berkembang menjadi 90 siswa.
Pertumbuhan itu menjadi pencapaian tersendiri bagi pengelola sekolah yang memulai semuanya dari langkah-langkah kecil.
Meningkatnya jumlah siswa menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik, penguatan karakter, dan pendidikan Alquran.
Banyak orang tua kini mencari sekolah yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga mampu membangun fondasi moral dan spiritual anak.
Menurut Rapika Oktadora, Kepala SMP Karakter Bangsa, sekolah akan terus berupaya berkembang agar dapat menjawab kebutuhan tersebut.
“Semoga sekolah ini bisa terus berkembang dan maju bersama wali murid. Kita ingin selalu hadir menjawab kebutuhan masyarakat untuk pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan prosesi wisuda. Para siswa menerima ijazah dan penghargaan atas capaian mereka.
Kemampuan membaca dan memahami Alquran yang telah dibangun sejak dini menjadi bekal untuk melangkah ke jenjang berikutnya. [ADS]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















