Pranala.co, SANGATTA – Suasana Ramadhan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dijaga tetap khusyuk. Aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kutai Timur turun rutin ke lapangan. Patroli digelar. Sasaran utamanya, tempat hiburan malam (THM) yang nekat beroperasi saat bulan suci.
Langkah itu merujuk pada Surat Edaran Bupati Kutai Timur Nomor 5-400.8.1/0530/BUP tentang Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan dan Sosial Kemasyarakatan pada Bulan Ramadan 2026. Aturannya tegas. THM, karaoke, panti pijat, hingga arena ketangkasan biliar diminta tidak beroperasi selama Ramadan.
Kepala Satpol PP Kutim, Fata Hidayat, memastikan jajarannya bergerak aktif melakukan pengawasan.
“Kami sudah menyampaikan kepada para pengelola. Sebagai bukti nyata pengawasan, saya menugaskan bidang ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) untuk berpatroli,” ujarnya di Sangatta, Selasa (24/2/2026).
Menurut Fata, edaran tersebut bukan sekadar imbauan biasa. Itu adalah arahan resmi kepala daerah yang wajib dipatuhi. Jika masih ditemukan pelanggaran, Satpol PP tidak akan tinggal diam.
“Jika masih ada yang beroperasi selama Ramadan, berarti tidak mengindahkan arahan Bupati. Kami siap melakukan penindakan, mulai dari teguran hingga penutupan sementara sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Sejauh ini, kata dia, belum ditemukan THM yang membandel. Laporan dari masyarakat pun belum ada. Namun pengawasan tetap berjalan. Patroli dilakukan secara berkala, terutama pada malam hari.
Fata juga membuka ruang partisipasi publik. Ia mengimbau masyarakat agar turut mengawasi lingkungan sekitar.
“Jika ada yang masih beroperasi, silakan laporkan ke kami. Sertakan narasi, foto, atau video agar kami bisa menindaklanjuti dengan bukti yang kuat,” katanya.
Ramadan, lanjutnya, adalah momentum menjaga ketenangan dan menghormati umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Karena itu, semua pihak diharapkan menaati surat edaran yang telah diterbitkan pemerintah daerah.
“Semoga semuanya taat dan kita bisa menjalankan Ramadan dengan aman serta tertib,” pungkas Fata.
Patroli akan terus dilakukan hingga akhir bulan suci. Pemerintah daerah berharap suasana religius dan kondusif di Kutai Timur tetap terjaga, tanpa gesekan, tanpa pelanggaran. Ramadan adalah soal penghormatan. Dan itu dimulai dari kepatuhan bersama. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















