Pranala.co, BONTANG — Malam pergantian tahun di Kota Bontang tidak diisi dengan gemerlap pesta. Tidak pula dengan dentuman kembang api berlebihan. Pemerintah Kota Bontang memilih jalan yang lebih hening. Lebih dalam maknanya.
Rabu malam, 31 Desember 2025, doa bersama digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota. Khidmat. Tenang. Menjadi ruang refleksi. Tempat muhasabah sebelum melangkah ke tahun baru.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni hadir langsung. Bersama Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam. Juga Penjabat Sekretaris Daerah Akhmad Suharto. Unsur Forkopimda lengkap. Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano.
Hadir pula Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC Mayor Bayu Adiwisuda. Anggota DPRD. Kepala OPD. Tokoh agama. Tokoh masyarakat. Perwakilan dunia usaha. Hingga lembaga perbankan. Semua berkumpul. Duduk sejajar. Berdoa bersama.
Wali Kota Neni mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri apa yang telah dilalui sepanjang 2025. Tahun yang tidak selalu mudah. Banyak dinamika. Banyak tantangan. Namun Bontang tetap berdiri kokoh.
“Kita patut bersyukur. Kebersamaan, keamanan, dan keberkahan masih kita rasakan hingga akhir tahun ini,” ujar Neni.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen. Pemerintah. Aparat keamanan. Dunia usaha. Masyarakat. Semua pihak yang ikut menjaga stabilitas Kota Taman. Semua yang bekerja dalam senyap. Tanpa banyak sorotan.
Menurut Neni, kemajuan Bontang tidak lahir dari kerja satu pihak. Melainkan hasil kolaborasi. Sinergi. Saling menguatkan.
Di hadapan undangan, Neni juga memaparkan sejumlah capaian penting Pemkot Bontang sepanjang 2025. Terutama di sektor kesehatan. Kota Bontang kini telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100 persen. Artinya, seluruh warga memiliki akses layanan kesehatan.
Layanan kesehatan gratis diperluas. Puskesmas diperkuat. Bahkan ke depan, layanan Puskesmas 24 jam akan dioptimalkan. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kunjungan masyarakat. Terutama ke layanan gawat darurat.
Sektor pendidikan pun menjadi perhatian serius. Pemkot Bontang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sarana dan prasarana sekolah ditingkatkan. Teknologi pembelajaran dimanfaatkan lebih luas.
Salah satu program yang disiapkan adalah Program Makan Bergizi Gratis. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 58 ribu pelajar. Dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Mulai tahun 2026.
“Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi masa depan kota ini,” tegas Neni.
Doa bersama malam itu menjadi penutup tahun sekaligus pembuka harapan. Harapan akan tahun 2026 yang lebih baik. Lebih damai. Lebih sejahtera.
Pemerintah Kota Bontang berharap, semangat kebersamaan yang terbangun malam itu terus terjaga. Menjadi energi bersama. Untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif. Berkelanjutan. Dan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















