SAMARINDA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Samarinda memperketat keamanan dengan menggelar razia dan tes urine kepada warga binaan.
Kegiatan di Rutan Samarinda itu dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), dan Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satopspatnalpas) Kaltim.
Kepala Rutan Samarinda Jul Herry Siburian di Samarinda, Sabtu mengatakan kegiatan ini dilaksanakan bertujuan mencegah penggunaan narkoba.
“Kami menindaklanjuti surat BNNP Kaltim nomor B/98/IX/KA/HK.01/2023/BNNP tentang pelaksanaan deteksi dini dalam rangka extraordinary narkotika dan kegiatan Satopspatnal PAS di lingkungan Rutan Samarinda,” ungkap Jul, Sabtu (14/10/2023).
Menurut Jul, razia dan tes urine yang dilaksanakan demi menciptakan Rutan Samarinda yang bersih dari narkoba.
“Kami juga ingin memastikan bahwa petugas dan warga binaan tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kaltim Heri Azhari menyampaikan kegiatan tersebut diawali dengan apel siaga yang diikuti oleh 29 petugas Rutan Samarinda, 13 personel Satopspatnalpas Kaltim, dan 29 personel BNNP Kaltim.
Apel siaga itu dipimpin langsung Heri Azhari i dan disaksikan Kepala Kantor Wilayah Kaltim Gun Gun Gunawan, Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan Arimin, dan Penyidik Pratama BNNP Iptu Dwi Bowo.
Setelah apel siaga, petugas melakukan penggeledahan dan pemeriksaan blok hunian warga binaan secara bergantian. Petugas menyita barang-barang yang berpotensi disalahgunakan dan mengecek adanya barang terlarang atau obat-obatan terlarang.
“Alhamdulillah, hasil dari penggeledahan tidak ada temuan barang terlarang atau obat-obatan terlarang. Ini menunjukkan bahwa Rutan Samarinda sudah cukup ketat dalam pengawasan dan pengamanannya,” ujar Heri Azhari.
Petugas juga melakukan tes urine kepada 50 warga binaan secara acak dan seluruh petugas Rutan Samarinda. Tes urine ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada penyalahgunaan narkoba di antara mereka.
“Hasil tes urine juga menunjukkan negatif. Ini artinya tidak ada petugas atau warga binaan yang menggunakan narkoba,” ungkap Heri Azhari.
Dia mengaku sangat mengapresiasi kerja sama yang baik antara Rutan Samarinda, BNNP Kaltim, dan Satopspatnal PAS Kaltim dalam melaksanakan kegiatan ini.
Heri Azhari berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi Rutan lainnya di Kaltim untuk terus berkomitmen dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN).
Masyarakat juga diimbau untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba karena dampaknya sangat merugikan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan narkoba. Narkoba adalah musuh kita bersama. Mari kita jaga generasi muda kita dari bahaya narkoba,” seru Heri Azhari. (*)















