pranala.co - Jan Dara merupakan film erotis Thailand yang selalu memicu kontroversi dalam setiap versi penayangannya, mulai dari versi 2001 yang dibintangi Christy Chung hingga versi 2012 dan 2013 yang dibintangi Mario Maurer.
Kontroversi tak jauh-jauh seputar aturan sensor dan adegan seks yang ditampilkan dalam film hasil adaptasi novel tersebut. Berikut fakta-fakta seputar film Jan Dara yang kerap picu kontroversi.
Hasil Adaptasi Novel
Jan Dara merupakan hasil adaptasi novel bertajuk serupa karya Usana Ploengtham yang terbit pada 1964. Buku itu mengambil latar 1950-an dan mengisahkan kondisi rumah tangga bangsawan yang dipimpin Wisnan.
Wisnan sangat membenci anak laki-lakinya yang diberi nama Jan Dara. Dalam pertumbuhannya, Jan terseret dalam pusaran seksual yang begitu kuat di rumahnya, terutama ketika mantan kekasih ayahnya masuk ke rumah itu.
Berulang Kali Diadaptasi
Seperti diberitakan Bangkok Post, novel Jan Dara sudah tiga kali diadaptasi menjadi film, yakni Chan Dara pada 1977 yang diarahkan Rat Setthaphakdi.
Adaptasi kedua yakni Jan Dara yang tayang pada 2001, hasil arahan sutradara Nonzee Nimibutr dan dibintangi Suwinit Panjamawat dan aktris Hong Kong Christy Chung. Film ini sepenuhnya didanai perusahaan Hong Kong Applause Pictures.
Adaptasi ketiga adalah yang dibintangi Mario Maurer. Kisah Jan Dara kala itu dibagi menjadi dua, yakni Jan Dara the Beginning (2012) dan Jan Dara: The Finale (2013).
Kontroversi Sensor
Tak begitu banyak mengenai kontroversi seputar adaptasi pertama Chan Dara (1977). Namun, permasalah seputar sensor sudah terdengar sejak hasil adaptasi kedua (2001) siap tayang.
Seperti diberitakan Screen Daily, film hasil arahan sutradara Nonzee Nimibutr tidak seeksplisit yang digambarkan dalam novel.
Adegan seks dalam Jan Dara kala itu dinilai seperti menguji batas sensor dalam Undang-Undang Film 1930.
Terlebih lagi, seperti diberitakan Variety, pemotongan adegan seks akibat sensor membuat film tersebut sempat tunda tayang di Thailand pada 2001. Permasalahan serupa sempat terjadi jelang Jan Dara the Beginning tayang di bioskop Thailand.
Bangkok Post memberitakan pemerintah mengingatkan bioskop untuk memeriksa dan memastikan penonton yang hendak menyaksikan Jan Dara. Lembaga sensor kala itu meloloskan Jan Dara dengan batasan usia 18 tahun ke atas.
Padahal, berdasarkan Undang-Undang Perfilman 2007, aturan memeriksa identitas penonton baru berlaku untuk film yang diberi rating khusus 20 tahun ke atas.
Namun, bioskop Thailand kala itu bahkan diancam akan diberi denda 20 ribu baht per hari jika meloloskan pengunjung di bawah 18 tahun menyaksikan Jan Dara the Beginning.
Ancaman itu disampaikan langsung Sekretaris Kementerian Kebudayaan Thailand Somchai Seanglai.
Pelanggan Nominasi Ajang Penghargaan
Meski menuai banyak kontroversi, film-film Jan Dara tak pernah absen dalam ajang penghargaan, seperti Jan Dara (2001) memenangkan Best Art Direction untuk Ek Lemchuen dalam Thailand National Association Awards 2001.
Dalam ajang yang sama, Nattawut Kittikhun juga memenangkan piala kategori Best Cinematography. Pada Thailand National Film Association Awards 2013, Jan Dara the Beginning juga masu beberapa nominasi, seperti Best Supporting Actor (Chaiyapol Jullian Poupart), Best Supporting Actress (Bongkoj Khongmalai), Best Score, Best Art Direction dan Best Costume Design.
Setahun setelahnya giliran Jan Dara the Finale yang masuk sederet nominasi, seperti Best Supporting Ator, Best Cinematography, Best Art Direction, Best Make-up dan Best Costume Design.
Berdasarkan laman IMDb, Jan Dara the Finale bawa pulang piala Best Score untuk Chatchai Pongprapaphan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News















