Menu

Mode Gelap

Kaltim · 8 Mar 2021 18:48 ·

Ribuan Warga Kutai Kartanegara Mulai Nikmati Jargas


					Seorang juru masak memasak dengan kompor yang dialiri bahan bakar gas bumi Perusahaan Gas Negara (PGN) di dapur rumah makan Ponyo, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (29/12/2020). Perbesar

Seorang juru masak memasak dengan kompor yang dialiri bahan bakar gas bumi Perusahaan Gas Negara (PGN) di dapur rumah makan Ponyo, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (29/12/2020).

pranala.co, TENGGARONG – Ribuan Warga Kutai Kartanegara Mulai Nikmati Jargas Perusahaan Gas Negara atau PGN, selaku penerima penugasan pemerintah, mengalirkan gas untuk pertama kali ke pelanggan rumah tangga di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi secara lebih merata di tanah air melalui jaringan gas alias jargas rumah tangga.

Area Head PGN Jakarta Sheila Merlianty menjelaskan, sebanyak 2.301 Sambungan Rumah atau SR di Kutai Kartanegara telah rampung dibangun dengan dana APBN TA 2020. Persebaran lokasinya mencakup Desa Semangko, Desa Sebuntal, dan Desa Bunga Putih di Kecamatan Kartanegara.

Pasokan gasnya diambil dari Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dengan alokasi pasokan sekitar 0,1 MMSCFD. Kesepakatan pemanfaatan gas untuk rumah tangga ini, merupakan sinergi Holding Migas dalam melayani kebutuhan akses energi masyarakat. Mengingat PGN juga merupakan Subholding Gas PT Pertamina (Persero).

“Kami berharap pembangunan jargas ke depan akan lebih masif. Gas bumi merupakan energi baik yang praktis, efisien, aman, dan stabil 24 jam nonstop untuk penggunaan sehari-hari, sehingga rumah tangga mendapatkan manfaat langsung,” jelas Sheila dalam siaran pers Pertamina.

Jargas merupakan program yang digagas Kementerian ESDM dan Ditjen Migas dengan memanfaatkan gas alam domestik yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara langsung. Salah satu tujuannya adalah mengurangi subsidi BBM dan LPG.

Perlu diketahui, ada sekira 5 ribu SR yang dibangun di wilayah Kutai Kartanegara dengan dana APBN TA 2019, yang telah dinikmati masyarakat setempat dan saat ini dioperasikan PT Pertagas Niaga. Kemudian per November 2020 lalu, Pertagas Niaga menambah jargas sebanyak 1.176 SR dengan APBN 2020.

Sebagai komitmen membantu pemerintah, khususnya Ditjen Migas Kementerian ESDM, gas in ke rumah tangga di Kutai Kartanegara pun telah dilaksanakan secara bertahap mulai 17 Februari 2021 sampai Juni 2021.

Sheila menyatakan PGN berkomitmen membantu pemerintah dalam mempercepat program jargas, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat besar penggunaan gas bumi. Pada tahun 2021, PGN akan membangun jargas dengan dana APBN sebanyaK 120.776 SR, serta lebih dari 360 ribu SR dengan skema mandiri dan kerja sama.

“Sedari awal, PGN mendukung secara penuh upaya sinergi pemerintah dalam bauran energi. PGN selaku operator layanan, mempunyai komitmen tinggi untuk bersama merealisasikan visi nasional ini,” paparnya.

Sebelum gas in di Kabupaten Kutai Kartanegara, dilaksanakan sosialisasi terkait berlangganan gas dan keamanan dalam penggunaan untuk kebutuhan sehari-hari pada 2 Februari 2021. Sosialisasi diselenggarakan secara daring dari tiga wilayah, yakni Jakarta, Tarakan dan Kutai Kartanegara. Sosialisasi disaksikan langsung oleh sekitar 20 perwakilan daerah setempat, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang berlaku selama pandemi covid-19.

Dalam sosialisasi, disampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat penggunaan gas bumi, harga gas bumi, serta tata cara perhitungan dan pembayaran gas bumi. Kemudian dijelaskan pula tips penggunaan peralatan gas yang aman, tanggung jawab antara PGN dan pelanggan, serta penanganan saat kondisi darurat.

“Masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menjaga dan peduli terhadap keandalan infrastruktur gas bumi di lingkungan sekitar,” imbuh Sheila.

Sebagai informasi, gas untuk rumah tangga merupakan jenis gas metana berbobot jenis ringan sehingga cepat dan mudah menguap di udara, minim risiko kebakaran, serta efisien untuk membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup perekonomian. Dari sisi makro, penggunaan gas pipa bagi konsumsi rumah tangga, tidak membebani neraca perdagangan.

 

[RIL|ADS]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Avatar of Suriadi Said badge-check

Editor

Baca Lainnya

Warga Kaltim Belum Perlu Pakai MyPertamina saat Beli Solar dan Pertalite

1 Juli 2022 - 12:29

main l dapatkan cashback saat beli bbm via aplikasi mypertamina 76383 38367 TdDTrhu3WhjvEEU8XZhKab

Anjlok Lagi, Harga TBS Sawit di Paser Rp700-900 per Kg

30 Juni 2022 - 22:16

Anjlok Lagi Harga TBS Sawit di Paser Rp700 900 per Kg

Demi Isi Perut, Mencuri 8 Motor di Kutai Timur

30 Juni 2022 - 16:55

Untitled design 8 1

Keluarga Bupati Nonaktif PPU Abdul Gafur Tolak Kembalikan Tiga Mobil Dinas

30 Juni 2022 - 10:50

IMG 20220416 013108

Ternyata Ada Dua Versi Bumbu Indomie Goreng Buat Pasar Kaltim dan Jawa

30 Juni 2022 - 09:13

bumbu indomie goreng

Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Solar dan Pertalite

30 Juni 2022 - 08:38

spbu k6
Trending di Kaltim