KABAR baik datang untuk dunia pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim). Sebanyak 102 satuan pendidikan yang mendapat program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat kini telah rampung seluruhnya.
Capaian itu diumumkan dalam kegiatan bertajuk Wujudkan Sekolah Asri yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, Jumat (5/6/2026). Program tersebut diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Tak hanya meresmikan hasil revitalisasi, pemerintah juga mengirim sinyal kuat bahwa program perbaikan sekolah akan terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menjelaskan rangkaian kegiatan dimulai melalui program Pagi Ceria.
Program tersebut berisi menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, dilanjutkan Senam Indonesia Hebat guna membiasakan peserta didik menjalani pola hidup sehat, serta doa bersama sebagai penguatan nilai spiritual.
“Selain itu, juga dilakukan penyerahan bantuan revitalisasi sekolah tahun 2026 serta peresmian sekolah penerima bantuan tahun 2025,” ujar Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti menyebut seluruh program revitalisasi sekolah tahun 2025 di Kalimantan Timur telah selesai 100 persen.
Program tersebut mencakup satuan pendidikan di Kota Samarinda, Kota Balikpapan, hingga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Menurutnya, pelaksanaan revitalisasi tahun 2026 juga telah mulai berjalan secara bertahap. “Kaltim mendapatkan program revitalisasi untuk 102 satuan pendidikan,” katanya.
Secara nasional, pemerintah mencatat telah melakukan revitalisasi terhadap 11.744 satuan pendidikan.
Program besar tersebut didukung anggaran mencapai Rp14 triliun yang digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Namun pemerintah belum berhenti di angka itu.
Kemendikdasmen saat ini tengah mengajukan tambahan program revitalisasi untuk puluhan ribu sekolah lainnya yang masih dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Komisi X DPR RI.
Target Baru: Tambahan 60 Ribu Sekolah
Abdul Mu’ti mengungkapkan pemerintah mengusulkan tambahan revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan. Jika usulan tersebut mendapat persetujuan, cakupan program akan melonjak signifikan.
“Yang sedang kita ajukan Insyaallah segera akan disetujui oleh Kementerian Keuangan dan Komisi X DPR RI itu tambahan 60.000 satuan pendidikan,” ungkapnya.
Artinya, total sekolah yang direvitalisasi tahun ini berpotensi mencapai 71.744 satuan pendidikan.
“Kalau semuanya dapat kita terima anggarannya, tahun ini kita akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan,” jelas Abdul Mu’ti.
Bentuk revitalisasi yang diberikan tidak sama di setiap sekolah.
Pemerintah menyesuaikan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan, mulai dari rehabilitasi gedung rusak berat, pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Untuk tahun 2026, prioritas diberikan kepada sekolah yang terdampak bencana alam, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi bangunan yang membutuhkan penanganan segera.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.
“Prioritas ini sudah mulai kita jalankan sebagai bagian dari upaya pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia,” pungkasnya. [RUL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















