Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Samarinda · 13 Mei 2022 18:49 WITA ·

Ratusan Ekor Sapi Terancam Batal Dikirim ke Samarinda


 Sejumlah ekor sapi ditampung di kandang milik Balai Karantina Hewan NTT sebelum dikirim ke daerah tujuan di Kupang,NTT,Jumat(13/5/2022).ANTARA FOTO/Kornelis Kaha. Perbesar

Sejumlah ekor sapi ditampung di kandang milik Balai Karantina Hewan NTT sebelum dikirim ke daerah tujuan di Kupang,NTT,Jumat(13/5/2022).ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

pranala.co – Sebanyak 400 ekor sapi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tujuan Kalimantan terancam batal dikirim dampak dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sejauh ini wabah PMK telah melanda Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Direktur UD Terobos Yohanes Laka pengusaha sapi asal NTT saat ditemui di kandang sapi miliknya mengatakan ada 200 ekor sapi nya yang akan dikirim ke Samarinda, Kalimantan Timur karena daerah itu masih bebas dari PMK.

“Tetapi kalau Kalimantan Timur ada kasus juga maka ratusan sapi milik saya ini tidak akan bisa saya kirim dan pastinya rugi,” kata Yohanes, Jumat (13/5/2022).

BACA JUGA: Anak Berusia 8 Tahun di Samarinda Diduga Meninggal Akibat Hepatitis Akut

Menurut dia, adanya wabah PMK sangat merugikan para pengusaha sapi yang selama ini mengirimkan sapi ke luar dari NTT untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi di sejumlah daerah itu.

NTT sendiri mengirimkan sapi menuju ke sejumlah daerah di Indonesia, seperti ke DKI Jakarta dan juga ke Kalimantan.

Kini daerah yang masih bebas dari PMK adalah DKI Jakarta. Sehingga sejauh ini tak ada kendala dalam proses pengiriman menggunakan kapal tol laut Cemara Nusantara.

BACA JUGA: Ribuan Jiwa Terdampak, Banjir 3 Meter Rendam Ratusan Rumah di Berau

Namun jika menggunakan kapal kargo, harus melewati Jawa Timur. Sehingga para pengusaha sapi di NTT mengaku harus membayar lebih agar kapal itu langsung ke Jakarta.

Selain yang ada di Kupang, Yohanes mengatakan 600an ekor sapi miliknya yang ada Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tujuan Kalimantan juga terancam tidak bisa dikirim.

Sementara itu Kepala Balai Karantina Hewan NTT Yulius Umbu H ketika dihubungi dari Kupang juga mengatakan sejumlah ekor sapi dari NTT terancam dikirim ke Kalimantan karena wabah tersebut.

BACA JUGA: Klir! Junaidi Tetap Wakil Ketua DPRD Bontang

“Otomatis tidak bisa dikirim. Tadi pagi saya baru dapat surat pelarangan tersebut,” ujar dia.

Sampai saat ini berdasarkan laporan dari Balai Karantina Hewan NTT masih belum ada kasus PMK. (red/id)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam

26 Mei 2022 - 15:19 WITA

IMG 20220526 191708

Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu

26 Mei 2022 - 10:17 WITA

IMG 20220526 105838

Selamat! Pelajar Bontang dan Samarinda Lolos Paskibraka Nasional 2022

26 Mei 2022 - 08:47 WITA

IMG 20220526 090451

Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang

26 Mei 2022 - 01:16 WITA

IMG 20220526 005848

Bengkel hingga Warung Kelontong Samarinda Terbakar saat Pagi Buta

25 Mei 2022 - 10:16 WITA

IMG 20220525 121525

Rekomendasi Rental Mobil di Samarinda yang Tarifnya Tidak Bikin Kantong Bolong

25 Mei 2022 - 07:42 WITA

IMG 20220525 080346
Trending di Samarinda