Pranala.co, BONTANG – Ironi pembangunan kembali terjadi di Kota Bontang. Taman depan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang yang baru direnovasi tahun lalu, kini rusak berantakan. Penyebabnya: proyek drainase senilai Rp23 miliar di Jalan MT Haryono.
Pemandangan itu jadi sorotan DPRD Bontang. Senin (8/9/2025), Komisi C turun langsung melakukan inspeksi mendadak. Hasilnya, mereka menyebut proyek ini minim perencanaan.
“Kalau sejak awal sudah tahu akan dibongkar, mestinya Pemkot tidak perlu memperbaiki taman. Sekarang yang sudah rapi malah dihancurkan lagi. Itu jelas pemborosan,” tegas Muhammad Sahib, anggota Komisi C.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, ikut angkat suara. Ia mendesak agar proyek drainase dipercepat, mengingat musim hujan sudah di depan mata.
“Ini pelajaran penting. Jangan sampai anggaran keluar dua kali hanya untuk hal yang sama. Harusnya koordinasi dan perencanaannya lebih rapi supaya tidak tumpang tindih,” ujarnya.
Kritik ini tak dibantah Dinas PUPR. Kepala Bidang Bina Marga, Anwar Nurdin, mengakui ada kekeliruan teknis di lapangan. Akibatnya, taman ikut terdampak.
Namun ia memastikan kawasan tersebut akan ditata ulang. Tidak sekadar diperbaiki, tapi dipercantik dengan desain baru. Termasuk jalur disabilitas, lampu pencahayaan, dan elemen estetika tambahan.
“Kami pastikan taman akan dipercantik lagi sesuai desain. Progres proyek sudah 46 persen, bahkan lebih tinggi dari target. Kami optimistis selesai Desember 2025,” kata Anwar. (FR)








