Pranala.co, BONTANG – Kasus pencurian solar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang berbuntut panjang. Abdul Gafur, pekerja harian lepas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, resmi diberhentikan. Ironisnya, Bambang yang disebut-sebut sebagai otak aksi justru masih bisa bekerja.
Kepala UPT TPA Bontang, Yuniar P Aji, mengakui adanya perbedaan sanksi. Menurutnya, Gafur sudah lebih dulu mengantongi dua surat peringatan (SP) dari kasus sebelumnya. Sehingga, ketika kasus solar ini muncul, otomatis statusnya naik menjadi SP3.
“Itu sebabnya beliau diberhentikan. Kalau Bambang, ini pelanggaran pertama, jadi diberi SP. Tapi SP ini sekaligus yang terakhir, karena kasusnya besar,” jelas Yuniar, Selasa (30/9/2025).
Yuniar menegaskan, keputusan pemecatan tidak berada di tangan UPT. Kewenangan ada di Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, melalui Bidang Pengolahan Sampah yang dipimpin Syakhruddin.
“Kami hanya mengelola teknis TPA. Untuk keputusan, semua ada di atasan,” ujarnya.
Ia mengaku sudah berusaha membela Gafur dengan menghadap langsung ke pimpinan. Namun, permintaan itu ditolak.
“Keputusan sudah final. Yang penting kami sudah mencoba,” tambahnya.
Kasus ini terbongkar pada 17 September 2025. Saat itu staf menemukan tiga jeriken berisi solar di area TPA. Sehari kemudian, dua jerigen raib. Padahal, prosedurnya solar di TPA langsung diisi dari mobil tangki ke alat berat: dua excavator dan satu bulldozer.
“Kami punya kuota 1.100 liter per bulan. Bulldozer biasanya diisi 100 liter seminggu sekali. Tapi belakangan teknisi curiga karena pemakaiannya boros, padahal jarang dipakai,” terang Yuniar.
Dari dugaan sementara, aksi ini dilakukan rutin seminggu sekali selama dua bulan. Total solar yang hilang diperkirakan mencapai 480 liter, semuanya dibiayai dari APBD Kota Bontang.
Kasus ini menimbulkan perdebatan. Sebab, Gafur langsung diberhentikan, sedangkan Bambang hanya dijatuhi SP. Publik pun bertanya-tanya soal keadilan dalam penerapan sanksi di tubuh DLH Bontang. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














