SAMARINDA – Konser Sheila On 7 (SO7) akan digelar di Samarinda, tepatnya di Stadion Utama Kaltim, Palaran, Sabtu (27/7/2024) malam. Namun, konser ini dinodai dengan insiden penipuan tiket yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Penipuan ini mencuat ke publik setelah viralnya sebuah video di media sosial. Dalam video tersebut, seorang wanita merekam seorang pria yang diduga melakukan penipuan tiket konser SO7. Wanita itu mengungkapkan bahwa tidak satu pun e-tiket konser Sheila On 7 sampai ke tangan para pembelinya.
Pelaku penipuan yang diketahui berinisial RD, berusia 33 tahun, warga Samarinda, langsung diamankan oleh para korbannya dan dibawa ke Polresta Samarinda untuk diproses lebih lanjut. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli mengonfirmasi penangkapan tersebut.
“Iya benar, pelaku sudah kami amankan subuh tadi setelah dibawa korbannya,” ujar Ary saat diwawancara awak media, Jumat (26/7/2024).
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penipuan ini. Kombes Pol Ary Fadli menjelaskan bahwa RD bukan bagian dari Event Organizer (EO) Sheila On 7.
“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para korbannya dan menunggu korban yang merasa dirugikan untuk melapor secara resmi,” paparnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan total kerugian yang diderita oleh korban penipuan ini. Namun, berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Kami masih mendalami berapa total korban atau tiket yang dijanjikan serta berapa uang yang sudah digunakan oleh pelaku,” jelas Ary.
Kombes Pol Ary Fadli menjelaskan bahwa seluruh tiket konser Sheila On 7 dijual secara online, by name, dan menggunakan email khusus. “Sejak jauh hari pihak pelaksana sudah menyampaikan bahwa tiket dijual secara online dan tidak ada penjualan offline. Pelaku mungkin menjanjikan tiket secara offline, namun ini masih dalam proses pendalaman,” bebernya.
Ary menambahkan bahwa pihaknya masih memeriksa semua aspek terkait penipuan ini. “Kami akan sampaikan berapa total korban dan kerugian setelah pemeriksaan selesai,” kata Ary. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow
















Comments 2