SAMARINDA – Upaya pencarian terhadap Fahri, anak berusia 13 tahun yang terseret arus Sungai Mahakam di Teluk Lerong, Samarinda, Kalimantan Timur tidak menghasilkan temuan setelah tujuh hari.
Hari ini, Tim SAR Gabungan yang dipimpin Basarnas Samarinda secara resmi mengumumkan penghentian operasi pencarian, sesuai dengan ketentuan yang mengatur bahwa pencarian paling lama dilakukan selama tujuh hari.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Riqi Efendi, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakmampuan menemukan Fahri setelah upaya yang intensif.
“Meskipun kami telah melakukan segala upaya, termasuk penyisiran sungai, penyelaman, dan pemantauan udara menggunakan drone, namun sayangnya tidak ada petunjuk keberadaan korban,” ujarnya dengan suara terbata-bata.
Meskipun pencarian fisik telah dihentikan, upaya monitoring terhadap aliran Sungai Mahakam akan terus dilakukan Tim SAR Gabungan, dengan dukungan penuh dari relawan dan masyarakat setempat.
Kolaborasi dengan pihak terkait seperti Polairud Polda Kaltim, KSOP Dirjen Perhubungan Laut, dan Satpolair Polresta Samarinda tetap akan diperkuat untuk memantau situasi di sepanjang sungai.
Dalam menghadapi tragedi ini, perwakilan keluarga korban mengungkapkan kesedihannya atas kehilangan Fahri.
Meskipun begitu, mereka juga menyatakan ketulusan hati untuk menerima kenyataan ini, sambil mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan atas usaha mereka yang tidak kenal lelah dalam pencarian.
“Kami bersyukur atas segala upaya yang telah dilakukan untuk mencari Fahri,” ungkap salah seorang perwakilan keluarga dengan suara penuh haru. (*)
*) Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














