Pemudik Luar Kaltim Dites Covid-19 Acak, Positif Langsung Karantina

petugas medis dinas kesehatan kota bogor melakukan swab test covid 19 di pasar bogor
Ilustrasi tenaga medis melakukan swab tes Virus Corona.

pranala.co – Tes acak Covid-19 bagi pemudik dari luar Kalimantan Timur (Kaltim) diberlakukan mulai Jumat (6/5/2022) hingga puncak arus balik mudik Lebaran 2022.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Kaltim, Yudha Pranoto menegaskan hal tersebut juga telah disepakati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Operasi Ketupat Mahakam 2022 lintas sektoral pada persiapan mudik dan arus balik di Kota Samarinda.

“Kita di arus balik, tanggal 6,7,8 Mei puncaknya. Setiap penumpang dari Jawa terutama (luar Kaltim) akan kami cek dulu PeduliLindungi-nya kalau dia baru sekali atau dua kali vaksin belum booster harus antigen dulu,” tegasnya, Jumat (6/5/2022).

Jika terdapat penumpang pada arus balik terindikasi posotif Covid-19, pihaknya bersama sektor yang berwenang langsung melakukan karantina.

Dia menambahkan pelaksanaan teknis dari pemudik yang dilakukan swab tes acak ini dihitung 20 persen dari jumlah keseluruhan. Misal 100 ribuan pemudik, 20 ribuan secara random akan diambil untuk dilakukan tes. Namun, situasional di lapangan bekerja sama dengan tenaga medis.

“Intinya, kami memberikan tindakan pencegahan kepada penumpang dari luar Kalimantan,” ujar Yudha Pranoto.

Hal ini dilakukan tentunya untuk memastikan kesehatan para penumpang yang baru kembali dari mudik Lebaran 2022 dan mengantisipasi penularan Covid-19 yang diketahui masih ada.

“Mudah-mudahan bisa mengurangi kebiasaan buruk habis mudik terjadi lonjakan kasus Covid-19,” ucapnya.

Sebelumnya Pemprov Kaltim terbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Kaltim. SE bernomor 440/3680/0501-IV/B.Kesra berisi tentang Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Masa Mudik Lebaran Tahun 2022 Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

Surat edaran tertanggal 26 April 2022 itu ditujukan kepada seluruh bupati/wali kota se-Kaltim. Kepala Biro (Karo) Adpim Setprov Kaltim HM Syafranuddin menyebutkan, surat edaran ini ini dalam rangka pengendalian penyebaran pandemi Covid-19 di masa mudik lebaran tahun 2022.

“Makanya dilakukan beberapa upaya guna mengurangi tingkat penyebaran Covid dengan diberlakukannya pengetatan pada gerbang masuk Provinsi Kaltim,” kata Syafranuddin.

Dia menjelaskan, ketentuan yang wajib diingat dan diikuti masyarakat selama melaksanakan perjalanan mudik lebaran yakni setiap orang yang melaksanakan perjalanan dengan kendaraan pribadi maupun umum bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing.

Pelaku perjalanan juga wajib tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku. Kemudian, setiap PPDN wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat masuk wilayah Provinsi Kaltim.

Sementara, bagi PPDN dengan moda transportasi udara, laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, dan antarkota dari dan ke daerah di seluruh Indonesia berlaku ketentuan, yaitu PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

Kemudian, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diiambil kurun waktu 1×24 jam atau hasil RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Tes ini sebagai syarat perjalanan dan PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

“Semua ini sebagai bentuk kehati-hatian kita, agar bersama-sama menjaga kesehatan. Semoga Covid berakhir setelah lebaran. Kita berdoa bersama,” jelas Juru Bicara Gubernur Kaltim yang biasa disapa Ivan ini. (js/id)

More Stories
buaya riska
Kisah Pak Ambo, Warga Bontang Bersahabat dengan Buaya ‘Riska’ selama 12 Tahun