Pemprov Kaltim Kembali Berlakukan Bekerja di Rumah

  • Whatsapp

JUMLAH pasien terkonfirmasi positif virus corona atau COVID-19 di Kaltim kian melonjak. Hingga kini saja, akumulasi positif sudah mencapai 2.106 kasus. Jumlah itu tak bisa dianggap sepele. Sebab dari ribuan pasien terkonfirmasi, 60 di antaranya meninggal dunia. Ini juga yang membuat Kegubernuran Kaltim masih memilih kerja dari rumah (work from home) dan work from office (WFO) untuk sebagian pegawai.

“Jadi ada yang WFH maupun WFO. Kebijakan ini tetap berlanjut hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Pejabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Muhammad Sabani dalam keterangan persnya Rabu (12/8) malam.

Bacaan Lainnya

Sejatinya kebijakan WFH dan WFO Pemprov Kaltim berakhir pada 7 Agustus 2020 lalu dan semua pegawai kembali masuk kantor pada 10 Agustus 2020. Namun, keputusan itu berubah. Seiring perkembangan kasus corona di ibu kota Kaltim, Samarinda. Maklum saja, saban hari selalu ada kasus positif baru. Kini akumulasi positif COVID-19 di kota ini mencapai 413 kasus. Kedua terbanyak setelah Balikpapan dengan 856 pasien positif corona lalu disusul Kutai Kartanegara sebanyak 304 kasus. Ketiganya merupakan zona merah dengan status transmisi lokal.

“Pemberlakuan kebijakan ini dilanjutkan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur bernomor 065/3674/B.Org tertanggal 18 Juni 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Negeri Sipil dalam Tatanan Normal Baru,” terangnya.

Sabani bilang, semua pegawai Pemprov Kaltim tetap mengikuti surat edaran gubernur tersebut sebab hingga saat ini penyebaran dan penularan COVID-19 masih terjadi. Apalagi sebelumnya, sempat ada klaster pemprov. Puluhan orang terjangkit. Syukurnya perlahan-lahan alami kesembuhan sehingga tersisa tiga orang jalani perawatan atau isolasi.

“Langkah ini juga diambil demi mencegah penularan COVID-19 di lingkup Pemprov Kaltim,” jelasnya.

Dia kembali menegaskan agar seluruh pegawai baik Aparatur Sipil Negara/Pegawai Negari Sipil (ASN/PNS) maupun non PNS/ASN Pemprov Kaltim taat dengan edaran gubernur tersebut hingga ada pemberitahuan lanjutan. Pasalnya, dalam surat tersebut tak disebutkan mengenai batas waktu dari WFH dan WFO.

“Kita harap wabah ini segera berakhir dan masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa,” harap dia. (*)

Pos terkait