PELAYANAN di RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) Kutai Barat (Kubar) menjadi sorotan dalam Rapat Evaluasi Triwulan I Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang digelar Pemkab Kubar, Selasa (5/5/2026). Dalam evaluasi itu, Pemkab Kubar tidak hanya membahas layanan kesehatan, tetapi juga menyinggung kinerja operasional rumah sakit hingga pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rapat berlangsung di Ruang Koordinasi Sekretariat Daerah Kutai Barat dan dihadiri Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kutai Barat Kamius Junaidi, Ketua Dewan Pengawas RSUD HIS dr. Waluyo, serta jajaran manajemen rumah sakit.
Di hadapan manajemen RSUD HIS, Kamius menegaskan pelayanan kesehatan yang baik masih menjadi tuntutan utama masyarakat. Karena itu, evaluasi dilakukan untuk melihat langsung bagian-bagian yang dinilai masih perlu dibenahi, terutama pada sektor operasional pelayanan.
Menurut dia, rumah sakit tidak cukup hanya mengejar target administratif atau pendapatan, tetapi juga harus memastikan sistem pelayanan berjalan efektif dan mampu menjawab kebutuhan pasien.
“Melalui evaluasi yang dilaksanakan kita bisa mengetahui bersama, dan diharapkan ke depannya hal-hal yang masih kurang perlu dilakukan penataan, baik dari segi sistem, sumber daya dan sarana penunjang lainnya, agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik,” ujar Kamius mengutip laman resmi Pemkab Kubar, Rabu (6/5/2026).
Ia menyebut hasil evaluasi triwulan menjadi gambaran awal bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah perbaikan ke depan. Pembenahan disebut mencakup sistem kerja, sumber daya manusia, hingga sarana penunjang layanan kesehatan.
“Hasil evaluasi itulah sebagai gambaran bagi kita langkah apa yang akan dilakukan dan kita perbuat nantinya untuk apa yang ingin kita capai ke depan. Secara bersama-sama kita bisa melakukan proses penataan perbaikan sesuai mekanisme yang akan dilakukan,” katanya.
Sorotan terhadap layanan RSUD HIS muncul di tengah tingginya harapan masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan daerah. Sebagai rumah sakit rujukan di Kutai Barat, RSUD HIS memegang peran penting dalam akses layanan kesehatan warga, termasuk pasien dari wilayah pedalaman dan kecamatan terpencil.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas RSUD HIS dr. Waluyo mengatakan pihaknya siap mendampingi manajemen rumah sakit untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Pendampingan itu diharapkan mampu mendorong perubahan nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sebagai dewan pengawas selalu siap untuk mendampingi manajemen, agar pelayanan di RSUD HIS dapat menjadi lebih baik lagi sesuai apa yang diharapkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Di akhir evaluasi, Pemkab Kutai Barat juga membuka peluang penerapan pola BLUD hingga tingkat puskesmas. Langkah tersebut dinilai dapat memperluas fleksibilitas pengelolaan layanan kesehatan sekaligus mempercepat peningkatan mutu pelayanan publik di daerah. [RE/DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















