Pranala.co, BONTANG – Malam di Kota Taman seharusnya menjadi waktu anak-anak beristirahat. Namun dua bocah justru terlihat berjualan di pinggir jalan. Pemandangan itu sontak menarik perhatian warga — dan segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Bontang.
Melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kedua anak tersebut kini mendapat pendampingan dan perhatian serius.
Mereka, bersama orang tuanya, dipanggil ke Rumah Singgah Taman Pelangi oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Tujuannya: memahami alasan di balik aktivitas mereka dan mencari solusi yang tepat agar tidak terulang.
“Kami sudah melakukan asesmen awal. Satu anak berasal dari Bontang, sementara satu lainnya dari luar daerah,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Sosial Dinsos Bontang, Marwati, Senin (6/10).
Menurutnya, kedua orang tua anak tersebut telah diberikan pembinaan dan edukasi. Mereka diingatkan bahwa anak-anak seharusnya tidak berada di jalan pada malam hari.
“Anak itu harusnya di rumah. Beristirahat, belajar, dan tumbuh dengan baik. Bukan mencari nafkah di jalan,” tegas Marwati.
Dinsos, kata dia, tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga berusaha memahami akar masalah sosial yang melatarbelakangi kejadian ini.
Pihaknya belum dapat memastikan apakah ada pihak lain yang sengaja mempekerjakan anak-anak tersebut. “Kami masih melakukan asesmen mendalam, melibatkan keluarga, RT, dan pihak kelurahan. Semua langkah dilakukan hati-hati agar data yang kami dapat akurat,” jelasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa faktor ekonomi sering kali menjadi alasan anak ikut membantu orang tua. Namun, Dinsos menegaskan, alasan apa pun tidak dapat membenarkan anak turun ke jalan.
“Keselamatan dan tumbuh kembang anak adalah hal utama. Kami ingin mengajak semua pihak untuk lebih peduli dan ikut menjaga,” kata Marwati.
Ia berharap masyarakat ikut berperan aktif melaporkan bila menemukan anak-anak bekerja atau beraktivitas di jalan pada jam yang tidak semestinya.
“Anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita ciptakan Bontang yang aman dan ramah bagi mereka,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami









