Pranala.co, PANGKEP – Ikon sejarah yang semestinya jadi kebanggaan warga kini menuai sorotan. Patung pahlawan nasional asal Sulawesi Selatan, Andi Mappe, yang berdiri di pusat Kabupaten Pangkep, tampak kusam, berlumut, dan minim perawatan.
Pantauan di lapangan memperlihatkan kondisi patung yang memprihatinkan. Lumut menempel di beberapa bagian tubuh, sementara area sekitar terlihat kotor dan kurang enak dipandang.
Masyarakat menilai kondisi ini tidak pantas dibiarkan. Salah satunya disampaikan mantan Ketua HMI Cabang Pangkep periode 2010–2011, Jamaluddin. Ia berharap pemerintah daerah lebih serius menjaga monumen bersejarah.
“Patung Andi Mappe bukan sekadar hiasan kota. Ini pengingat generasi muda tentang pengorbanan putra daerah yang ikut memperjuangkan kemerdekaan. Sayang kalau dibiarkan rusak dan kotor seperti ini,” ujarnya.
Patung Andi Mappe selama ini menjadi simbol penghormatan atas jasa pahlawan. Bagi warga, monumen ini tidak hanya bernilai sejarah, tapi juga bisa menjadi sarana edukasi dan kebanggaan daerah.
Karena itu, warga mendesak pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, segera melakukan pemeliharaan. Harapannya, patung pahlawan ini bisa menjadi wajah Pangkep yang membanggakan, sekaligus destinasi sejarah yang layak dikunjungi.
Kondisi patung Andi Mappe menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah. Ikon sejarah, apalagi yang berkaitan dengan pahlawan nasional, tidak boleh terabaikan. Perawatan rutin adalah bentuk penghargaan terhadap jasa mereka yang telah berjuang untuk bangsa. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















