Bontang, PRANALA.CO – Niat seorang suami mencari kejelasan soal istrinya justru berakhir petaka. MN (34), seorang wiraswasta asal Kutai Timur (Kutim), harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka sabetan senjata tajam saat mencoba menemui istrinya yang menginap di kontrakan pria lain, Selasa dini hari (22/04/2025) sekira pukul 02.30 WITA.
Peristiwa yang terjadi di Jalan Makassar, RT 28, Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat ini menjadi perhatian warga sekitar. Bagaimana tidak, kejadian ini dipicu kesalahpahaman yang berujung pada insiden penganiayaan.
MN datang ke kontrakan seorang pria berinisial D (21), usai mendapat kabar bahwa istrinya, N (35), yang sebelumnya berpamitan hendak ke Sulawesi, justru menginap di tempat tersebut selama dua hari. MN pun mendatangi lokasi untuk mencari kepastian.
Namun, yang terjadi bukanlah klarifikasi, melainkan pertengkaran hebat antara MN dan istrinya di dalam rumah kontrakan tersebut. Pertengkaran mereka rupanya membangunkan D yang berada di dalam rumah. Dalam kondisi panik dan belum mengetahui bahwa MN adalah suami dari N, D mengira situasi mulai berbahaya.
Tanpa berpikir panjang, D mengambil sebilah parang dan menyerang MN yang saat itu masih adu argumen dengan N. Akibat serangan tersebut, MN mengalami luka serius di bagian kepala kiri, lengan kiri, dan ibu jari tangan kanan.

Tim Reserse Kriminal dari Polres Bontang segera mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat laporan warga. MN langsung dievakuasi ke RSUD Bontang untuk mendapatkan perawatan intensif, sementara D diamankan beserta barang bukti senjata tajam yang digunakan dalam penyerangan.
Kapolres Bontang, AKBP Alex F. L Tobing melalui Kasat Reskrim, AKP Hari Supranoto, membenarkan kejadian itu. “Benar telah terjadi peristiwa penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam. Korban saat ini masih dalam perawatan, dan terduga pelaku sudah kami amankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Kasus ini kini dalam penyelidikan Polres Bontang. Polisi juga tengah mendalami motif dan latar belakang dari hubungan antara para pihak yang terlibat, guna memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau hanya kesalahpahaman yang berujung tragis.
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















