Pranala.co, BONTANG — Setiap pagi hari, suasana di depan gerbang SMKN 1 Bontang berubah menjadi titik kepadatan lalu lintas. Puluhan sepeda motor dan mobil milik siswa serta orang tua berhenti bersamaan, saling berebut ruang untuk masuk ke area sekolah. Tanpa pengaturan yang baik, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan.
Pada jam masuk sekolah, arus kendaraan di ruas jalan tersebut kerap melambat. Kendaraan berhenti mendadak, sementara lalu lintas dari arah berlawanan tetap mengalir. Situasi ini menciptakan kerawanan, baik bagi siswa yang hendak masuk sekolah maupun pengguna jalan lain yang melintas.
Sejumlah warga yang setiap hari melintasi kawasan itu mengaku khawatir. Menurut mereka, kepadatan di depan sekolah kerap terjadi dan bisa memicu kecelakaan jika tidak diantisipasi.
“Setiap pagi selalu padat di gerbang sekolah. Kalau tidak ada pengamanan, tentu berbahaya. Bukan hanya untuk siswa, tetapi juga pengendara lain,” ujar Yudha, warga sekitar, Kamis (5/2/2026).
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Beberapa waktu lalu, kecelakaan lalu lintas sempat terjadi tepat di depan SMKN 1 Bontang. Peristiwa itu menjadi peringatan bahwa kepadatan kendaraan pada jam sekolah memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.
Menanggapi kondisi itu, Wakapolres Bontang Kompol Ropiyani memastikan bahwa kepolisian telah mengambil langkah pengamanan. Personel ditempatkan secara rutin setiap pagi untuk mengatur arus lalu lintas di depan sekolah.
“Di depan SMKN 1 Bontang sudah kami tempatkan personel. Berdasarkan pengecekan, ada dua hingga tiga personel yang berjaga,” jelas Ropiyani.
Pengamanan dilakukan sejak pukul 06.30 Wita hingga sekira pukul 07.15 Wita, menyesuaikan dengan jam masuk siswa. Setelah itu, personel kembali ke satuan untuk melaksanakan apel pagi dan tugas lainnya.
“Pengaturan ini dilakukan setiap hari kerja, Senin sampai Jumat. Pada akhir pekan, karena tidak ada aktivitas sekolah, personel tidak ditempatkan kecuali ada kebutuhan khusus,” tambahnya.
Ropiyani menegaskan bahwa upaya menciptakan keselamatan lalu lintas tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Kesadaran dan kedisiplinan seluruh pengguna jalan, termasuk siswa dan orang tua, menjadi faktor penting untuk mencegah kecelakaan.
“Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, tertib saat berhenti dan masuk ke area sekolah, serta saling menghargai sesama pengguna jalan sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Dengan pengamanan yang konsisten dan dukungan kesadaran bersama, diharapkan aktivitas pagi di depan SMKN 1 Bontang dapat berlangsung lebih tertib dan aman. Keselamatan siswa pun dapat lebih terjamin, sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas bagi masyarakat sekitar. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















