ANTREAN panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Bontang dalam dua pekan terakhir memunculkan berbagai keluhan. Salah satunya datang dari pengemudi ojek online (ojol) yang mengusulkan adanya jalur khusus agar mereka bisa lebih cepat mengisi BBM subsidi dan kembali bekerja.
Namun, usulan tersebut dipastikan belum bisa diwujudkan. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menilai seluruh masyarakat memiliki hak yang sama untuk memperoleh BBM subsidi sehingga tidak ada kelompok tertentu yang bisa diprioritaskan.
Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel, Hermawan Bagus Prabowo, mengatakan pemberian jalur khusus justru berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi pengguna lainnya.
"Di mata hukum semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan BBM subsidi. Kami tidak bisa membeda-bedakan dengan membuat jalur khusus," kata Hermawan saat dihubungi, Rabu (29/7/2026).
Pertamina mengakui antrean di sejumlah SPBU Bontang memang sedang meningkat. Kondisi itu, kata Hermawan, dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat.
Selisih harga antara BBM nonsubsidi dan subsidi membuat banyak pengguna yang sebelumnya memilih Pertamax beralih menggunakan Pertalite. Peralihan tersebut menyebabkan permintaan BBM subsidi naik cukup signifikan.
"Orang yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini banyak beralih ke Pertalite. Ini yang menyebabkan permintaan meningkat dan antrean menjadi lebih panjang," ujarnya.
Situasi ini berdampak langsung pada waktu tunggu masyarakat di SPBU, terutama pada jam-jam sibuk. Tak sedikit pengendara harus mengantre lebih lama dibanding biasanya.
Untuk mengurangi kepadatan, Pertamina bersama pihak terkait menambah kapasitas layanan distribusi BBM di Kota Bontang.
Satu lokasi yang sebelumnya berstatus Pertashop kini sedang menyelesaikan proses peningkatan menjadi SPBU dan dijadwalkan segera beroperasi dalam waktu dekat.
"Sebentar lagi satu SPBU baru mulai beroperasi. Ke depan kami juga merencanakan penambahan satu SPBU lagi untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat," jelas Hermawan.
Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat distribusi BBM sekaligus mengurangi antrean yang selama ini menjadi keluhan warga.
Selain menambah infrastruktur, Pertamina memastikan pengawasan distribusi BBM subsidi terus diperketat agar penyalurannya tepat sasaran.
Masyarakat juga diimbau tetap tertib saat mengantre dan menggunakan BBM sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah itu dinilai penting agar pasokan subsidi dapat dinikmati secara adil oleh seluruh pengguna yang berhak.
"Kami terus memperkuat pengawasan di lapangan agar distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan kesenjangan di tengah masyarakat," tutup Hermawan. (*)















