Mayoritas Pengendara dari Kutim, Jalur Masuk Bontang Mulai Diperketat

Satu per satu pengendara yang hendak masuk Bontang didata hingga pemeriksaan suhu tubuh di Tugu Selamat Datang, Rabu (8/4). (Foto-foto: id)

SATU per satu kendaraan roda dua dan empat, hingga enam mengurangi kecepatannya. Ada 18-19 petugas gabungan sudah berdiri di depan pos Tugu Selamat Datang. Hari ini, Rabu (8/4) akses masuk ke Kota Taman–sebutan lain Kota Bontang mulai diperketat. Bukan dilarang masuk.

Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang tak sendiri. Ada TNI, Polres Bontang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, hingga Satpol PP Bontang.

Tak sampai 3 menit. Tiap pengendara roda dua dan empat yang berasal dari luar Bontang diperiksa suhu tubuhnya. Jika di bawah 38 derajat selsius, maka dianggap sehat. Sebaliknya jika melebihi akan diarahkan melapor ke Tim Gugus Percepatan Covid-19 Bontang.

Tak itu saja, Mereka yang ingin masuk wilayah Bontang, satu per satu didata. Mulai nama, asal, alamat rumah, tujuan ke Bontang, hingga nomor gawai (ponsel). Dinas Kesehatan pun membagikan brosur tentang Covid-19, protokol kedatangan sampai di rumah dari berpergian. Tiap pengendara pun diwajibkan memakai masker selama berada di Bontang.

Jika pengendara, warga Bontang berasal dari luar kota akan didata menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP). Diwajibkan karantina mandiri selama 14 hari. Namun, warga luar yang bertandang ke Bontang sehari dan langsung pulang, hanya diperiksa suhu tubuh dengan alat pengukur suhu tembak.

Dua jam beroperasi, tercatat ada 42 orang berasal dari luar kota Bontang yang menginap. Mereka rata-rata berasal dari Kutai Timur dan Samarinda. “Sampai dua jam kami berdiri di sini, sudah tercatat 42 orang. Alhamdulillah, semua pengendara yang lewat sehat. Suhu tubuhnya normal,” ujar Kamilan, Kepala Dishub Bontang di lokasi, Rabu (8/5).

Pengawasan ini, Kamilan bilang akan diberlakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Melihat kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia. Sementara jam operasinya akan ditambah mulai pukul 08-00 Wita. Tapi, tidak menutup kemungkinan sampai pukul 03.00 dini hari. “Kalau diperlukan sampai jam 03.00 subuh. Kita meminimalisir penyebaran covid-19,” tegas Kamilan.

Sementara, kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Gunung Kusnodo sudah diblokade total per malam tadi, Selasa (7/4). Semua arah masuk ke Bontang dipusatkan di Tugu Selamat Datang. “Sudah ditutup semalam. Kita pusatkan di sini aja,” ujar dia.

Lalu, empat posko lainnya yang berada di tengah kota akan dimaksimalkan untuk jam malam. Tujuannya, menimalisir keramaian. Arus barang, mobil perusahaan mendapatkan kelonggaran. “Kalau enggak perlu keluar malam, enggak usah. Mending di rumah saja. Bantu tenaga medis dengan berdiam di rumah,” imbau Kamilan. (jun)

More Stories
Permintaan Perumahan MBR di Kaltim Meningkat