Pranala.co, BONTANG — Praktik pernikahan dini di Kota Bontang belum sepenuhnya hilang. Fakta ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menikahkan anak di bawah umur. Ia menegaskan, pernikahan usia anak bukan sekadar persoalan adat atau kebiasaan. Lebih dari itu, praktik tersebut melanggar hukum dan berisiko merusak masa depan generasi muda.
“Negara sudah sangat tegas melarang perkawinan anak,” ujar Neni, Rabu (23/12/2025).
Aturan itu tertuang jelas dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Dalam undang-undang tersebut, batas minimal usia menikah bagi laki-laki dan perempuan ditetapkan 19 tahun.
Ketentuan ini, kata Neni, diperkuat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Negara menjamin hak anak untuk tumbuh, berkembang, mengenyam pendidikan, dan menyiapkan masa depan yang layak.
Namun persoalan pernikahan dini tidak berhenti pada aspek hukum. Dampaknya jauh lebih luas.
Neni menjelaskan, menikah di usia terlalu muda berpotensi memunculkan berbagai masalah. Mulai dari kesehatan reproduksi, kesiapan mental, hingga ketahanan ekonomi keluarga.
Karena itu, pemerintah mendorong usia ideal menikah. Untuk perempuan, minimal 21 tahun. Untuk laki-laki, 25 tahun.
“Kalau usia menikah lebih matang, pasangan akan lebih siap secara fisik, psikologis, dan ekonomi. Keluarga yang dibangun pun lebih sehat dan sejahtera,” katanya.
Ia juga menyoroti peran orang tua yang dinilai sangat menentukan. Neni menegaskan, orang tua tidak boleh memaksa anak menikah hanya karena takut dicap terlambat menikah, menjaga nama baik keluarga, atau tekanan sosial dari lingkungan sekitar.
“Anak bukan objek untuk memenuhi tuntutan sosial,” tegasnya.
Menurut Neni, anak memiliki hak untuk bersekolah, berkembang, dan merencanakan masa depan dengan baik. Pernikahan seharusnya menjadi pilihan sadar, bukan paksaan.
Melalui imbauan ini, Wali Kota Bontang berharap kesadaran masyarakat terus meningkat. Tujuannya satu: mencegah pernikahan anak dan melindungi generasi muda agar tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















