Masalah Lahan Membelit Tol Balsam, Optimistis Mei Selesai

  • Whatsapp
Proyek konstruksi dua seksi terakhir Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Dokumentasi Jasa Marga

PRANALA.CO – Permasalahan lahan masih membelit Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Hal ini menjadi perhatian serius Wakil Menteri ATR/BPN RI Surya Tjandra yang meninjau langsung lokasi, Kamis (25/3/2021).

Kunjungan diklaim sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat. Masalah pembebasan lahan menurut Surya terbentur status kawasan yang merupakan bagian dari hutan lindung.

Bacaan Lainnya

Ia berharap, jalan tol ini segera selesai dan Presiden Joko Widodo dapat segera meresmikannya jalan tol pertama di Kaltim ini. “Kami datang untuk membereskan beberapa hal. Soal pembebasan lahan ini, sebenarnya sudah ada anggarannya, tapi terbentur status kawasan,” bebernya.

Sejak dibangunnya tol Balsam hingga kini beroperasi, masih ada sejumlah bidang lahan tol belum tuntas. Lokasi lahan ini tepatnya di Kilometer 23, Seksi V.

Sedikit informasi, lahan Kilometer 23 yang dilintasi proyek tol ini secara hukum adalah bagian dari Kawasan Hutan Lindung Sungai Manggar (KHLSM). Itulah mengapa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Ini bentuk keseriusan pemerintah, mudahan masyarakat bisa sabar. Kita selesaikan secepat mungkin,” terang Surya Tjandra.

Sejatinya, pihaknya telah menitipkan anggaran sebesar Rp28 miliar kepada pengadilan sebagai uang ganti rugi bagi kepada 38 pemilik lahan.

Beberapa pembahasan terkait pembebasan lahan Tol Balsam di jajaran kementerian dan staf kepresidenan pun, lanjutnya, telah dilakukan. Namun penyelesaian pembebasan lahan memang mesti dilakukan dengan hati-hati agar tidak salah dalam hal pembayaran.

Selain lahan yang masuk di KHLSM, masyarakat juga ada menguasai lahan yang akan dibebaskan untuk jalan tol Balsam tersebut atas dasar ketetapan surat keputusan kawasan hutan.

Sementara, menyangkut koordinasi dengan Kementerian KLHK, menurutnya permasalahan tersebut telah diurai. “Mereka sudah menangkap problemnya, kebetulan Wamen LHK juga di sini, besok kita kordinasi rapat di Samarinda,” ujar Surya Tjandra.

Pembebasan lahan tersebut nantinya akan dirapatkan dalam kordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Kaltim dan Kaltara. Ia pun optimis permasalahan pembebasan lahan di Proyek Strategis Nasional (PSN) bisa segera dibereskan.

Pihkanya berharap masalah pembebasan lahan di Tol Balsam menjadi perhatian khusus di jajaran KLHK, sebagai komitmen kepada masyarakat, agar Tol Balsam bisa digunakan secara efektif.

Apalagi dalam menunjang pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kaltim, pemerintah pusat berencana membangun jalan tol yang menghubungkan Balikpapan ke IKN. Ia pun optimistis masalah pembebasan lahan di Tol Balsam ini segera selesai dan tol dapat digunakan secara optimal.

“Semoga sebelum Mei, masih ada dua bulan pasti selesai,” pungkasnya. [fr]

Pos terkait