PERINGATAN Hari Sumpah Pemuda ke-95 tahun, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur alias Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma menekankan pembangunan pemuda adalah sumpah dan tanggung jawab kita semua.
Tugas sejarah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Maka dari itu, mari sama-sama kita mengoptimalkan modal bonus demografi menjadi Indonesia Emas 2045.
“Saya percaya dengan bergotong royong dan tolong menolong, kita bisa Bersama Majukan Indonesia dengan olahraga, olahrasa dan olahkarya,” ujar Kepala Dispora Kaltim, Agus.
Pada HSP ke-95 kali ini menyampaikan tujuan pembangunan pemuda yang krusial dalam meningkatkan kualitas daya saing pemuda dan karakter kebangsaan sebagai jati diri bangsa.
“Hal ini merupakan bagian penting dalam perjuangan memajukan negara kita, dan saya ingin menggarisbawahi beberapa poin utama dalam hal ini,” katanya.
Lima poin yang ditekankan yakni; Pertama, tujuan utama pembangunan pemuda adalah untuk meningkatkan kualitas daya saing pemuda serta memperkuat karakter gotong royong dan tolong menolong sebagai bagian dari jati diri bangsa kita.
Pemuda-pemudi adalah aset berharga dalam membangun masa depan bangsa, dan melalui pembangunan yang berkelanjutan, kita dapat memastikan peningkatan kualitas hidup segenap bangsa Indonesia.
Kedua, untuk mencapai tujuan ini, pentingnya pembangunan pemuda secara terukur melalui Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tidak bisa diabaikan. Maka dari itu Pembangunan Nasional harus mencangkup mencakup lima domain utama IPP, yaitu pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, partisipasi kepemimpinan, serta mengatasi isu-isu gender dan diskriminasi.
“Melalui IPP yang komprehensif, kita dapat melihat sejauh mana pemuda-pemudi kita telah berkembang, serta di mana perbaikan serta peningkatan diperlukan,” tambah AHK.
Ketiga, untuk mencapai semua ini, kita perlu merancang sebuah kerangka besar yang komprehensif dan strategis. Inilah yang dikenal sebagai Desain Besar Kepemudaan Nasional (DBKN).
DBKN akan menjadi landasan untuk mengarahkan pembangunan pemuda ke arah yang lebih progresif, berdampak dan relevan sesuai dengan semangat perkembangan zaman. Implementasi berbasis inovasi menjadi kunci untuk suksesnya DBKN.
Keempat, kita perlu menggarisbawahi pentingnya kerjasama semua pihak, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Ini harus dilakukan melalui koordinasi strategis antar Kementerian dan Lembaga (K/L) sesuai dengan Perpres No. 43 tahun 2022.
Kolaborasi seharusnya tidak lagi menjadi wacana namun kolaborasi harus menjadi budaya kerja baru bagi seluruh birokrasi dan mitra-mitra Kemenpora. Kita mulai kolaborasi dengan keteladanan, dan keteladanan harus dimulai dari kinerja birokrasi yang inklusif, kreatif, inovatif dan responsif.
Tindakan berani dan langkah nyata untuk mendorong peningkatan partisipasi juga representasi generasi muda dalam program prioritas nasional juga perlu dihidupkan hingga kepembangunan daerah-daerah. Tugas mulia ini memerlukan tindakan secara terintegrasi dengan berbagai pihak terkait baik di dalam maupun luar negeri.
Kelima, dalam implementasi koordinasi strategis tersebut, kita harus mengikutsertakan Rencana Aksi Nasional (RAN) bagi semua K/L serta Rencana Aksi Daerah (RAD) bagi pemerintah daerah. Dalam proses ini, penting juga melibatkan lembaga non-pemerintah dan sektor swasta. Ini adalah upaya bersama kita untuk memajukan pemuda dan bangsa kita. (*)















