• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Juni 30, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Kreatif di Masa Pandemi, Jualan dari Whatsapp ke Whatsapp

Suriadi Said by Suriadi Said
4 Maret 2021 | 01:11
Reading Time: 3 mins read
2
Kreatif di Masa Pandemi, Jualan dari Whatsapp ke Whatsapp

Ilustrasi: menawarkan makanan melalui Whatsapp.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

CINDY Putri, 21 tahun, seorang mahasiswi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur harus putar otak bagaimana menjalankan bisnisnya saat pandemi Covid-19 melanda, Maret tahun lalu. Biasanya, ia memasarkan nasi daun jeruk buatannya di sekolah dan stan bazar di mal.

Akibat pembatasan sosial, mal dan sekolah ditutup. Penjualannya pun anjlok. Ia akhirnya beralih berjualan secara online melalui media sosial. “Sejak April 2020 mulai jualan online,” ujar Cindy, yang menjajakan dagangannya melalui platform Instagram, Selasa (2/3/2021).

PILIHAN REDAKSI

Terowongan Samarinda Segera Dibuka, Uji Teknis Gandeng UGM Sudah Telan Rp432 Miliar, Proyek Terowongan Samarinda Kaltim Masih Butuh Tambahan Dana Proyek Terowongan Samarinda Retakkan Rumah Warga, Lemahnya Pengawasan DPRD Disoal

Terowongan Samarinda Segera Dibuka, Uji Teknis Gandeng UGM

30 Juni 2026 | 11:28
Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

28 Juni 2026 | 22:07

Pilihan jualan secara daring ini diambil karena CIndy juga khawatir dua karyawannya bisa terpapar Covid-19 ketika menjaga stan. “Supaya orang juga tidak lupa kalau menu makanan nasi kulit daun jeruk ini masih ada,” kata dia.

Dia mengakui bisnis menjual makanan secara online ini tidak berjalan mulus di awal. Menurutnya, tetap lebih laku ketika berjualan secara offline. Akan tetapi, lambat laun dengan menggencarkan promosi secara daring, bisnis melalui akun Instagram ini mulai ramai pembeli.

“Saya tawarin ke teman-teman. Dari mulut ke mulut. Alhamdulillah, akhirnya ramai perlahan. Sampai hari ini juga banyak orderan,” kata dia.

Menurut mahasiswi semester akhir ini menjual secara online ada untungnya, lebih mudah mempromosikan karena bisa melalui tombol share dan mengirim endorse ke influencer untuk dijadikan testimoni. Tetapi ada juga tantangannya yaitu menjaga kepercayaan konsumen yang menginginkan makanan terjamin kebersihannya.

“Karena tidak semua orang percaya makanan dari kami bersih. Walaupun saya jamin makanan dari kami cukup bersih dan tidak menggunakan MSG,” katanya.

Dari Whatsapp ke Whatsapp

Pengalaman yang agak berbeda dirasakan Dyah Sulistyorini (28 tahun). Perempuan yang sudah berjualan aneka kue dari kue kering hingga black forest sejak 2005 ini baru tertarik mempromosikan kue buatannya ketika diundang salah satu tetangganya. Di awal pandemi 2020, dia diundang untuk ikut membuka lapak di grup Whatsapp kompleks rumahnya.

“Cari kesempatan karena waktu itu di rumah saja. Begitu masuk, nggak langsung promosiin dagangan tapi lihat dulu orang-orang responsnya gimana. Tapi begitu mulai (promosi) lumayan bisa masuk satu hingga dua orderan sehari,” kata warga Bontang, Kalimantan Timur ini, Selasa malam.

Sebelum berjualan melalui grup Whatsapp, Dyah hanya menjual dagangannya kepada keluarga maupun teman-teman lamanya. Dia mengaku terbantu bisa berjualan melalui grup Whatsapp ini karena dagangannya menjadi lebih dikenal tetangga. Selain itu, pesanan dalam jumlah banyak seperti untuk acara pengajian maupun arisan yang biasa dilakoninya menjadi terbatas di masa pandemi.

“Sekarang orang pesan kue hanya untuk dimakan sendiri atau untuk hantaran tapi jumlahnya lebih sedikit. Bisa menjual satu atau dua loyang kue dalam sehari, sudah bagus,” katanya. Sejak pandemi, Dyah menambah menu dagangan dengan menjual kue basah hingga puding.

Tak hanya menjadi penjual di grup obrolan tersebut, Dyah juga turut membeli dagangan dari pelapak lain. “Macam-macam yang ditawarkan mulai dari sayuran organik, ikan laut, masker, alat masak, panci, Tupperware, sampai raket nyamuk, ada. Kalau lagi malas masak, pesen lauk pauk pun ada yang jual,” katanya sambil tertawa.

Bahkan ada toko kue yang ikut nyelip menjajakan dagangannya di grup yang saat ini sudah beranggotakan lebih dari 100 orang itu. “Jadi ada tetangga yang nawarin kue dari salah satu toko,” kata perempuan yang menjajakan kue buatannya dengan nama ‘Ld Kitchen’ ini.

Menurutnya tidak ada permusuhan selama berjualan di lapak daring tersebut. Permusuhan juga tidak terjadi antar penjual dengan dagangan yang sama. “Misalnya ada si A yang jual keripik, begitu juga si B tapi pembeli kan berbeda-beda seleranya, ya nggak apa-apa. Begitu juga kalau ada yang nawarin tapi nggak direspons ya besok-besok dicoba lagi promosinya. Orang cuek aja karena tahu, sama-sama cari rezeki,” katanya.

Sikap santai antar tetangga ini juga sempat dialami Dyah ketika mengantarkan pesanan ke salah satu rumah. Begitu tiba, pemilik rupanya tidak sedang berada di rumah. Namun, sudah menyiapkan amplop berisikan uang pembayaran di meja teras.

“Jadi ketika sampai rumahnya di meja teras sudah ada berbagai amplop. Ada yang tulisannya telur, susu, kue. Rupanya sama dia (pemesan) sudah dikelompokkan supaya yang jual tinggal ambil bayarannya. Sempat mikir kok ngga takut duitnya hilang ya? Mungkin karena percaya sama tetangga,” kata Dyah.

Ada juga yang menawarkan kue dengan mengunggah foto makanan dan barang yang ditawarkan melalui status di Whatsapp atau menawarkannya langsung melalui japri. Lis, 54 tahun, seorang ibu rumah tangga di Bekasi, kerap menerima tawaran makanan melalui pesan Whatsapp.

“Hampir tiap hari ada yang menawarkan barang dagangannya melalui grup atau japri. Ini membantu kalau pas kita butuh. Apalagi barang diantar tanpa ongkos kirim,” katanya.

Selain makanan, berbagai barang ditawarkan mulai dari masker, sanitizer sampai tanaman.

 

 

 

[LO]

Tags: 1 Tahun Pandemi Covid-19BontangJualan OnlineKalimantan TimurPandemi Covid-19Samarinda
Previous Post

Bangun Gedung Uji Kir Bisa Dongkrak PAD Bontang

Next Post

PPKM Mikro dan Kaltim Steril Diklaim Berhasil

BACA JUGA

Toko di Samarinda Dibobol Pakai Obeng, 95 Slop Rokok hingga Tablet Raib Incar Indekos Mahasiswa, Komplotan Curanmor Samarinda Diringkus Polisi Terungkap saat Ditagih Bos, Karyawan di Bontang Habiskan Rp108 Juta untuk Judi Online Polres Bontang Gerebek Rumah di Berebas Tengah, 9,4 Gram Sabu Diamankan Dipicu Cekcok Janji Nikah, Kakek 80 Tahun di Samarinda Diduga Bunuh Kekasih

Toko di Samarinda Dibobol Pakai Obeng, 95 Slop Rokok hingga Tablet Raib

30 Juni 2026 | 11:44
Terowongan Samarinda Segera Dibuka, Uji Teknis Gandeng UGM Sudah Telan Rp432 Miliar, Proyek Terowongan Samarinda Kaltim Masih Butuh Tambahan Dana Proyek Terowongan Samarinda Retakkan Rumah Warga, Lemahnya Pengawasan DPRD Disoal

Terowongan Samarinda Segera Dibuka, Uji Teknis Gandeng UGM

30 Juni 2026 | 11:28
Detik-Detik Ayah dan Anak di Sungai Taberu Paser Berjibaku Lepas dari Terkaman Buaya

Detik-Detik Ayah dan Anak di Sungai Taberu Paser Berjibaku Lepas dari Terkaman Buaya

29 Juni 2026 | 22:10
Pimpin Lanal Balikpapan, Letkol Rudhiro Pratomo Siap Amankan Jalur Laut IKN

Pimpin Lanal Balikpapan, Letkol Rudhiro Pratomo Siap Amankan Jalur Laut IKN

29 Juni 2026 | 21:59
Dua Pemuda Nekat Curi Kabel PLN di Kutim, Endingnya Diringkus di Atas Tiang

Dua Pemuda Nekat Curi Kabel PLN di Kutim, Endingnya Diringkus di Atas Tiang

29 Juni 2026 | 21:26
WFH ASN Samarinda: Hemat BBM 1.000 Liter, Anggaran Hemat Jutaan Rupiah

WFH ASN Samarinda: Hemat BBM 1.000 Liter, Anggaran Hemat Jutaan Rupiah

29 Juni 2026 | 21:09
Next Post

PPKM Mikro dan Kaltim Steril Diklaim Berhasil

Comments 2

  1. Ping-balik: Gegara Komentar Kematian Anak Ridwan Kamil, Pria di Balikpapan Berurusan Polisi - pranala.co
  2. Ping-balik: Kalau Hilang Tak Ada Gantinya, Tupperware Pamit Setelah 33 Tahun di Indonesia - Pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim

29 Juni 2026 | 19:19
Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

28 Juni 2026 | 13:41
Sekolah Favorit di Kutim Overkapasitas, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah Kutai Timur Siapkan Sekolah Rujukan Google di Sangatta

Sekolah Favorit di Kutim Overload, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah

28 Juni 2026 | 13:41

Terbaru

Toko di Samarinda Dibobol Pakai Obeng, 95 Slop Rokok hingga Tablet Raib Incar Indekos Mahasiswa, Komplotan Curanmor Samarinda Diringkus Polisi Terungkap saat Ditagih Bos, Karyawan di Bontang Habiskan Rp108 Juta untuk Judi Online Polres Bontang Gerebek Rumah di Berebas Tengah, 9,4 Gram Sabu Diamankan Dipicu Cekcok Janji Nikah, Kakek 80 Tahun di Samarinda Diduga Bunuh Kekasih

Toko di Samarinda Dibobol Pakai Obeng, 95 Slop Rokok hingga Tablet Raib

30 Juni 2026 | 11:44
Terowongan Samarinda Segera Dibuka, Uji Teknis Gandeng UGM Sudah Telan Rp432 Miliar, Proyek Terowongan Samarinda Kaltim Masih Butuh Tambahan Dana Proyek Terowongan Samarinda Retakkan Rumah Warga, Lemahnya Pengawasan DPRD Disoal

Terowongan Samarinda Segera Dibuka, Uji Teknis Gandeng UGM

30 Juni 2026 | 11:28
Mengenal Hyrox, Tren Olahraga Baru yang Menguras Keringat dan Adrenalin

Mengenal Hyrox, Tren Olahraga Baru yang Menguras Keringat dan Adrenalin

29 Juni 2026 | 22:39
Logo HUT ke-81 RI Resmi Dirilis, Intip Makna di Balik Tema "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh"

Logo HUT ke-81 RI Resmi Dirilis, Intip Makna di Balik Tema “Kolektif, Sinergi, Bertumbuh”

29 Juni 2026 | 22:28
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved