Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Kaltim · 17 Jan 2022 00:02 WITA ·

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang ke DPD Demokrat Kaltim


 KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang ke DPD Demokrat Kaltim Perbesar

pranala.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan terus mengembangkan perkara dugaan gratifikasi yang diterima Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud (AGM). Hal ini menyusul keikutsertaan tersangka dalam pemiliham Ketua DPD partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim).

“Soal peruntukkan dugaan uang yang diterima tersangka untuk apa, apakah ada kaitannya dengan agenda pemilihan ketua DPD partai Demokrat Kaltim, KPK saat ini masih masih akan terus melakukan pemeriksaan dan mengembangkannya,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Jakarta, Ahad (16/1).

KPK meminta masyarakat untuk bersama-sama mengawasi proses penanganan perkara dimaksud. Meski dekikian, Ali melanjutkan bahwa tidak prematur menyimpulkan pihak-pihak mana saja yang akan terlibat.

KPK memastikan tidak akan pandang bulu dalam menagani perkara tersebut. Ali mengatakan, KPK akan menetapkan siapapu sebagai tersangka sepanjang ditemukan ada bukti yang cukup terkait keterlibatan pihak lain. “KPK masih punya banyak waktu untuk bekerja menyelesaikan perkara ini hingga tuntas,” katanya.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Bupati Abdul Gafur sebagai tersangka penerima gratifikasi terkait kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan lima orang lainnya sebagai penerima hadiah.

Kelima tersangka lainnya yakni Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Mulyadi (MI) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro (EH) Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, Jusman (JM) dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis (NAB)

Lembaga antirasuah itu juga menetapkan satu pihak swasta sebagai tersangka pemberi suap yakni Achmad Zuhdi (AZ) alias Yudi. Tersangka Achmad Zuhdi diduga memberi Rp 1 miliar kepada Abdul Gafur terkait pengerjaan proyek jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara dengan nilai kontrak Rp 64 miliar.

Abdul Gafur resmi mengenakan rompi oranye KPK setelah diringkus melalui operasi tangkap tangan (OTT) di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, KPK mengankan uang tunai Rp 1 miliar dan buku tabungan berisi Rp 447 juta. [red|republika]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Senjata Tradisional Suku Dayak Buatan Makhluk Kayangan

26 Mei 2022 - 16:01 WITA

DUHUNG2

Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata

26 Mei 2022 - 00:51 WITA

IMG 20220526 003543

SELAMAT! Pemprov Kaltim Raih Pembina Terbaik K3 Nasional

25 Mei 2022 - 16:30 WITA

IMG 20220525 172849

Kaltim Masih Menunggu Aturan Vaksinasi PMK dari Pusat

25 Mei 2022 - 15:15 WITA

IMG 20220525 171808

Wakil Ketua DPRD Kaltim Janji Dukung Penambahan Bankeu Atasi Banjir Bontang

25 Mei 2022 - 09:47 WITA

IMG 20220525 113354

Kemayau, Buah Langka Bercita Rasa Mentega Khas Kalimantan

25 Mei 2022 - 08:01 WITA

58E35180 2AB3 4160 AE11 D825656B6A25
Trending di Kaltim