Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Balikpapan · 17 Jan 2022 11:21 WITA ·

Gadis di Balikpapan Diperkosa Ayah Kandungnya sejak Berusia 11 Tahun


 Gadis di Balikpapan Diperkosa Ayah Kandungnya sejak Berusia 11 Tahun Perbesar

pranala.co – Seorang ayah berinisial HS warga Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) tega mencabuli putri kandungnya sendiri. Korban diduga menjadi korban pencabulan oleh ayahnya sendiri sejak berusia 11 tahun.

Kasus ini terungkap setelah ibu korban, RH mendapat kabar dari guru sang anak jika putrinya itu menerima kekerasan seksual.

Awalnya ia mengira panggilan dari wali kelas anaknya itu terkait capaian pelajaran sang anak. Tetapi justru terkait masalah di rumah.  Hanya saja, informasi sang guru jika anaknya itu dicabuli oleh rekan ayahnya.

“Hari Sabtu (8/1/2022) itu, saya dapat panggilan dari sekolah kalau keadaan anak saya mengkhawatirkan dan menerima pelecehan,” kata RH, kepada media, Senin (17/1/2022).

RH menerangkan, jika ia dan HS sudah berpisah sejak tahun 2011 lalu. Saat itu anaknya AI masih berusia 3 tahun dan tinggal dengan ayahnya. Selama tinggal bersama ayahnya, RH kerap kali mendapat laporan dari orang terdekat yang tinggal berdampingan dengan anaknya jika sang anak sering menerima kekerasan fisik dari HS.

Bahkan HS tak segan menampar hingga memukul anaknya menggunakan kayu. Saat IDN Times bertemu korban, memang ada beberapa bekas luka lama yang mulai memudar. Hal itu diakui AI karena perbuatan ayahnya.

“Iya (sering dipukul). Pernah di pinggir jalan pas beli es. Kadang di rumah,” kata AI, dengan nada suara sedikit bergetar.

Bahkan AI mengatakan jika pernah sampai disuruh memakan tahi kucing oleh ayahnya tanpa sebab, karena sang ayah yang tiba-tiba saja marah.

Perasaannya campur aduk. Pandangan matanya tak bersinar. Pikirannya juga kacau. AI mengaku mengalami tekanan batin atas perbuatan ayahnya. Remaja berusia 13 tahun ini bercerita jika ayahnya, HS, itu mulai menyentuh dirinya sejak berusia 11 tahun, tepatnya saat dia duduk di bangku kelas 4 SD.

Ia tak bisa mengadukannya ke manapun, karena ayahnya sudah mengancam lebih dulu. “Dibilangin, jangan ngomong ke siapa-siapa. Kalau sampai ngomong, nanti bakal dipukul dan dibunuh,” ucapnya.

Perkataan itu nyatanya bukan hanya omongan belaka. HS pernah sekali melempar pisau ke arah AI. Beruntung saat itu ada sang nenek yang menolongnya. Dari situ AI sudah tak punya keberanian untuk berbicara.

Ia pun akhirnya hanya bisa menerima perlakuan tak senonoh dari ayahnya setiap harinya. Kecuali ketika AI mengalami menstruasi. Ayahnya tak menyentuhnya. Tapi AI mengaku sempat telat datang bulan selama 2 bulan. Sadar mengancam keamanannya, ayah AI mencekoki anaknya dengan buah nanas muda bahkan obat-obatan agar AI bisa segera datang bulan.

Tak hanya ayahnya, AI juga bahkan pernah menerima perlakuan cabul dari teman sang ayah. Saat itu dirinya baru pulang sekolah dan ditawarkan oleh orang yang mengaku teman ayahnya untuk diantar pulang. AI sempat berpikir, tetapi tak lama ia ditawari air putih. Karena kondisi cuaca yang saat itu kebetulan panas ia meminumnya. Seketika AI hilang kesadaran.

Ketika sadar, ia sudah berada di dalam rumahnya yang dalam kondisi tak berpenghuni. Di sana rekan ayahnya sudah menyentuh dan meraba tubuhnya.

“Gak (diperkosa). Gak sampai. Habis itu dipulangkan. Tempatnya dekat rumah,” ujarnya.

Kondisinya kian sulit. Kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang diterimanya dari sang ayah membuat mentalnya jatuh. Pernah sekali ayahnya ditangkap oleh jajaran Polsek Balikpapan Barat karena kekerasan fisik. Saat itu AI mencoba memberanikan diri mengatakan jika ia menerima pelecehan dari ayahnya.

Tapi sayangnya, polisi memulangkan ayahnya. Padahal baru satu hari ditahan. Sementara perkataannya soal pelecehan tak mendapat respons positif.

“Katanya kurang bukti. Jadi gak bisa (diusut). Gak ada saksi yang melihat (pemerkosaan),” tuturnya dengan suara kecil sambil menunduk.

Sekarang, kasusnya ini sudah masuk dalam penyelidikan pihak kepolisian. Didampingi oleh UPTD PPA, AI mendapat konseling dan perlindungan.

Kejadian yang menimpa AI ini akhirnya dilaporkan oleh ibunya, RH ke Unit PPA Polresta Balikpapan pada, Selasa (11/1/2022). AI juga sudah menjalani pemeriksaan visum. Tinggal menunggu hasilnya saja.

Membenarkan, dalam hal ini Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro, mengatakan kasus ini sudah dalam penyelidikan pihaknya.

“Masih dalam proses penyelidikan. Menunggu (hasil visum),” ucapnya. [dn]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Karantina 18 Hari Dulu, Sapi asal Sulawesi Diizinkan Masuk Balikpapan

26 Mei 2022 - 14:31 WITA

IMG 20220526 173053

Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

25 Mei 2022 - 21:29 WITA

IMG 20220525 212409

Negara Rugi Rp7,26 Miliar, 9 Pelaku Bom Ikan di Balikpapan Diringkus

25 Mei 2022 - 18:49 WITA

IMG 20220525 191915

Aksi Heroik Petugas BPBD Balikpapan Selamatkan Kucing Terjebak Dalam Pipa

25 Mei 2022 - 09:14 WITA

IMG 20220525 095007

Ekspor CPO Dibuka, Harga Minyak Goreng di Balikpapan Masih Mahal

24 Mei 2022 - 09:38 WITA

MINYAK GORENG

Balikpapan bakal Miliki Taman Tematik Orchidarium Senilai Rp1 Miliar

23 Mei 2022 - 18:57 WITA

IMG 20220523 205516
Trending di Balikpapan