Pranala.co, BONTANG — Dualisme kepemimpinan kembali menghantui tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).
Belum genap sebulan sejak Indra Wijaya resmi dilantik sebagai Ketua DPD KNPI Bontang periode 2025–2028, kini muncul nama Mohammad Alif Syahrizan atau akrab disapa Putra, yang ditunjuk sebagai Ketua Caretaker oleh DPD KNPI Kaltim.
Dua Versi Kepemimpinan
Pelantikan Indra digelar meriah di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Minggu malam (25/5/2025). Sebanyak 85 pengurus dikukuhkan langsung perwakilan DPD KNPI Kaltim—Arif Rahman Hakim, dr Virdi Kurniawan, dan Aris Nurhuda, yang mewakili Sekretaris DPD KNPI Kaltim.
Indra bahkan menegaskan, kepengurusan yang dipimpinnya adalah satu-satunya yang sah di Kota Bontang.
“KNPI Bontang hanya satu. Tidak ada dualisme,” ujar Indra yakin.
Namun fakta berkata lain. Senin (16/6/2025), Putra menyatakan dirinya baru saja menerima Surat Keputusan (SK) penunjukan sebagai Ketua Caretaker DPD KNPI Bontang dari DPD KNPI Kalimantan Timur.

SK itu diteken langsung Ketua KNPI Kaltim, Chornelius Thalar, tertanggal 14 Juni 2025.
Putra menjelaskan, penunjukannya merupakan bagian dari konsolidasi organisasi yang diamanatkan dalam AD/ART KNPI.
Tugas utamanya adalah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Bontang, yang ditargetkan digelar maksimal satu bulan sejak SK terbit.
“Saya ditunjuk langsung oleh provinsi dan pusat. Musda segera kita laksanakan,” tegas Putra.
Ia menyebut, keberadaan caretaker bukan untuk menegasikan kepengurusan sebelumnya, melainkan menjaga keberlanjutan organisasi. Ia mengacu pada kepemimpinan sebelumnya di bawah Febri KJ.
“Musda nanti harus jadi hasil proses yang terbuka, demokratis, dan melibatkan seluruh elemen,” tambahnya.
Kisruh dua kubu dalam tubuh KNPI bukan hal baru. Dualisme di tingkat pusat beberapa tahun lalu juga berimbas hingga ke daerah.
Kini, kisah serupa kembali terjadi di Kota Taman–sebutan lain Kota Bontang. Dua nama, dua legitimasi, dua arah.
[DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















