SANGATTA, Pranala.co — Kompleks Perumahan G House, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur mendadak riuh. Api tiba-tiba melahap rumah-rumah warga di Jalan Semayang dan Jalan Danau Batur RT 37, Senin (19/5/2025)
Kepulan asap tebal membumbung tinggi sekira pukul 05.30 WITA, membuat warga panik berhamburan keluar rumah. Adalah Erikson, warga Perum G House, yang pertama kali menyadari adanya asap dari ruang tengah rumahnya.
Ia segera meminta anaknya, Halomoan Arka Zora Pandjaitan, untuk memeriksa. Namun, api sudah membesar. Spontan, mereka berteriak membangunkan penghuni rumah lainnya dan menyelamatkan diri.
Sebagian besar rumah di kawasan tersebut terbuat dari kayu dan berdempetan. Itu pula yang membuat si jago merah menjalar sangat cepat ke bangunan lain di sekitarnya. Hanya dalam hitungan menit, kobaran api menguasai sebagian kompleks.
Beruntung, empat unit mobil pemadam dari Pemkab Kutim, dibantu dua unit rescue dan satu unit weather tank milik PT Kaltim Prima Coal (KPC), tiba sekira pukul 06.00 WITA. Api berhasil dijinakkan sekira pukul 07.00 WITA.
Erikson (59), warga asal Lhokseumawe yang bekerja di PT AEL, menjadi satu-satunya korban luka dalam kejadian ini. Ia mengalami luka bakar pada bagian leher, lengan, tangan, dan telapak kaki. Saat ini ia dalam penanganan medis.
Sementara itu, sejumlah rumah dilaporkan rusak berat. Di antara korban terdampak lainnya adalah David Saputra Sinaga, Bambang Sartono, Maximus Paternus Pajow, dan Ismail Asmar. Mereka semua warga RT 37 dan RT 004, Desa Swarga Bara, yang rumahnya berdekatan dengan titik awal kebakaran.
“Berdasarkan informasi awal dari warga dan saksi di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting arus listrik di rumah Erikson,” jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kutim, Muhammad Naim
Namun, pihaknya hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau bahkan kesengajaan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










Comments 2