Kaltim Kedatangan 13 Ribu Vaksin Covid-19, Pelayan Publik Masih Prioritas

  • Whatsapp
Pemberian vaksinasi COVID-19 bagi pengajar di Balikpapan Kaltim, Selasa (2/3/2021).

PRANALA.co – Provinsi Kalimantan Timur kedatangan vaksin Covid-19 bermerek Sinovac. Sebanyak 13.380 vial vaksin mendarat di Bandara SAMS Sepinggan Kota Balikpapan, hari ini, Senin (15/3/2021). Vaksin yang baru saja datang itu, nantinya akan didistribusikan kepada 10 kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Timur.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengungkapkan bahwa vaksin yang diperuntukkan bagi pekerja pelayanan publik se Kaltim telah tiba pagi tadi sebanyak 13.380 vial.

Bacaan Lainnya

Kota Balikpapan menerima jatah vaksin sebanyak 1.040 vial yang akan digunakan untuk vaksinasi kedua pekerja pelayanan publik yang akan dimulai besok, Selasa 16 Maret 2021 hingga satu minggu ke depan.

Di sisi lain, Dio menjelaskan hasil evaluasi selama satu minggu terakhir dapat di rasakan dengan melonggarnya keterisian rumah sakit, turunnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang disertai dengan menurunnya angka kematian.

Berdasarkan hasil evaluasi dan analisa Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan, terjadi penurunan sebanyak 50 persen yang didasari oleh kombinasi dari PPKM Mikro, vaksinasi, kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan, serta peningkatan pelayanan di Rumah Sakit.

“Hal ini dapat di lihat juga dari jumlah Testing Covid-19 yang mencapai angka 7 ribu dalam satu minggu ini, dengan kasus terkonfirmasi yang menurun di bawah angka 100 perharinya”, katanya.

Sementara, saat ini Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur membentuk tim terpadu untuk mengatasi peningkatan klaster Covid-19 dari perusahaan.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyatakan per Senin (15/3) kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih didominasi oleh klaster perusahaan. “Ada juga tenaga kesehatan dan wartawan online,” ujarnya, Senin (15/3/2021).

Dia berujar pihaknya telah membentuk Satgas terpadu untuk mengantisipasi tingginya kasus di klaster perusahaan. Satgas itu terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan dan Satpol PP yang tugasnya menangani kasus di klaster perusahaan yang memilki dua kasus atau lebih.

Angka Pasien Sembuh dari COVID-19 di Kaltim Tembus 90 Persen

Akhirnya persentase angka sembuh pasien dari virus corona atau COVID-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) menembus 90 persen atau sebanyak 10.311 jiwa dari total konfirmasi 11.385 kasus.

Meski angka sembuh terus meroket namun kasus aktif terkonfirmasi masih bertambah. Data terakhir ada 204 pasien corona baru. Jumlahnya tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim.

Rinciannya, Berau 14 kasus, Kutai Barat 16 kasus, Kutai Kartanegara 61 kasus, Kutai Timur 12 kasus, dan Mahakam Ulu 3 kasus. Selain itu Paser 8 kasus, Balikpapan 66 kasus, dan Samarinda 24 kasus.

Sementara untuk pasien sembuh dari COVID-19 dilaporkan sebanyak 381 kasus. Meliputi Berau 16 kasus, Kutai Barat 55 kasus, Kutai Kartanegara 63 kasus, Kutai Timur 69 kasus, dan Mahakam Ulu 9 kasus. Diikuti Paser 5 kasus, Penajam Paser Utara 6 kasus, Balikpapan 65 kasus, Bontang 38 kasus, dan Samarinda 55 kasus.

Empat kasus lain dilaporkan meninggal dunia, seluruhnya dari Balikpapan. Dengan tambahan tersebut, akumulasi positif di Kaltim telah mencapai 60.056 atau 1.613,8 kasus per 100 ribu penduduk dengan positif rate 24,9 persen dari kasus diperiksa.

Total pasien sembuh 53.599 kasus atau 89,2 persen dari akumulasi kasus positif dan meninggal dunia 1.414 atau 2,4 persen. Menyisakan 5.043 kasus berstatus aktif atau masih dalam perawatan maupun isolasi mandiri.

“Protokol kesehatan harus terus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” kata Andi Muhammad Ishak, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaltim seperti dilansir dari rilis resmi Pemprov Kaltim, Senin (15/3/2021).

Kepala Biro Kesra Setprov Kaltim ini menyatakan, penerapan protokol kesehatan menjadi langkah terbaik membendung pandemik COVID-19. Caranya pun relatif mudah, dengan terus membiasakan diri mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan, dan membatasi mobilitas.

“Jika boleh prokes 5M ini menjadi kebiasaan,” imbuhnya.

Sehingga penyebaran virus COVID-19 di Kaltim mampu dihindarkan. Ancaman virus corona ini sangat nyata bisa menulari setiap orang tanpa memandang umur dan status. Andi termasuk penyintas yang mampu bertahan melawan virus COVID-19.

“Mari menjaga diri dan sesama agar selalu terhindar dari virus corona,” pungkasnya.

 

[fr|na]

Pos terkait