Lebih Murah, Per 1 April Bandara APT Pranoto Pakai GeNose Tes Covid-19

  • Whatsapp
ILUSTRASI. Metode tes Covid-19 dengan GeNose C19 sudah dimanfaatkan untuk syarat perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

PRANALA.CO – Bandara Udara APT Pranoto di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) akan menerapkan penggunaan alat deteksi virus COVID-19 lewat embusan napas GeNose C19. Mereka menjadi bandara pertama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempergunakan alat deteksi dini virus corona ini. Jika tak lepas dari rencana, gawai ini resmi digunakan pada 1 April 2021.

“Kami menjadi unit penyelenggara bandara pertama Kemenhub yang menerapkan pemeriksaan penumpang dengan GeNose C19,” ujar Agung Pracayanto, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Bandara APT Pranoto, Senin (15/3/2021).

Bacaan Lainnya

Penggunaan perangkat GeNose ini merupakan arahan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui surat direktur keamanan penerbangan. Kata Agung saat ini Bandara APT Pranoto sudah membuat garis waktu demi memastikan alat ini digunakan sesuai  prosedur.

Sementara ini, alat akan dilakukan uji coba khusus bagi warga Bandara APT Pranoto pertengahan bulan Maret ini. Sedangkan penggunaan bagi penumpang masih menunggu regulasi dari Kemenhub.

“Sesuai target target Kementerian Perhubungan awal pelaksanaan tes GeNose C19 pada 1 April 2021,” sebutnya.

Tambahan informasi, GeNose C19 adalah perangkat yang menyalin cara kerja hidung manusia. Meski demikian gawai ini telah dibalut dengan kecerdasan buatan. Entitas ilmiah inilah yang nantinya mendeteksi sampel napas yang telah diambil dari para penumpang.

Alat ini dikembangkan oleh Universitas Gajah Mada Yogjakarta. Untuk tingkat akurasi mencapai 93-95 persen sedangkan sensitivitasnya 89—92 persen. Bagi perokok disarankan puasa lebih dulu selama sejam sebelum menguji coba tes GeNose. Lantas berapa duit yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan pengecekan dari peranti tersebut?

“Untuk biaya belum dapat kami pastikan besarannya, karena sedang dihitung biaya produksi oleh mitra (pihak ketiga), yaitu Klinik Media Farma,” sebutnya.

Saat ini Bandara APT Pranoto sudah menerima tiga unit GeNose dengan 10 ribu kantong tiup dan 100 filter. Satu unit bisa memeriksa 30 penumpang. Dengan demikian, lanjut Agung, tiga alat GeNose ini bisa mendeteksi 90 orang per jam.

Tahap selanjutnya, tiga alat serupa bakal didatangkan. Kendati begitu, pemeriksaan dengan saluran lain seperti tes usap (swab test) hingga antigen masih tetap berlaku. Pasalnya, perangkat GeNose masih terbatas sehingga harus ada opsi lain bagi penumpang.

“Kami perkirakan biaya pemeriksaan GeNose jauh lebih murah dibandingkan dengan rapid antigen dengan tingkat akurat yang cukup tinggi. Kami harap dengan adanya alat ini penumpang di Bandara APT Pranoto bisa meningkat,” tutupnya.

 

[dwi|id]

Pos terkait