BALAI Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BPJN Kaltim) membatasi kendaraan roda enam ke atas di Jembatan Sangkima pada 19–20 April 2026 dan 20–21 April 2026, pukul 17.00–06.00 WITA. Di luar jam tersebut, lalu lintas kembali normal. Kendaraan roda dua dan roda empat tetap dapat melintas.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Kaltim, Khanif Ashar, menegaskan pembatasan hanya berlaku untuk kendaraan berat. Operator logistik diminta mengatur ulang jadwal distribusi untuk menghindari antrean dan keterlambatan.
Jembatan Sangkima merupakan penghubung utama antara Sangatta dan Bontang. Tidak tersedia jalur alternatif yang memadai, sehingga setiap gangguan berdampak langsung pada pasokan bahan pokok, BBM, hingga kebutuhan industri.
Khanif membeberkan kondisi ini memaksa pengguna kendaraan berat menyesuaikan jadwal operasional agar tidak terjebak saat penutupan berlangsung.
Perbaikan difokuskan pada lantai dasar jembatan yang rusak sejak Januari 2026. Kerusakan sempat menyebabkan bagian lantai jebol dan memicu antrean panjang dari dua arah.
Selama ini, bagian rusak hanya ditutup pelat besi agar tetap bisa dilintasi. Namun, kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama bagi kendaraan bertonase besar.
“Perbaikan tidak bisa ditunda karena berpotensi memicu kecelakaan fatal,” kata Khanif kepada Pranala.co, Jumat 17 April 2026.
BPJN Kaltim mengalokasikan sekitar Rp200 juta untuk pekerjaan ini. Pengerjaan dipilih pada malam hari guna menekan gangguan lalu lintas di jalur utama yang padat pada siang hari.
Strategi ini diharapkan menjaga keseimbangan antara keselamatan infrastruktur dan kelancaran aktivitas ekonomi di Kutai Timur. [HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















