Samarinda, PRANALA.CO – Jembatan Mahakam 1, yang merupakan salah satu akses vital penghubung Kota Samarinda, akan ditutup sementara pada Rabu, 30 April 2025, mulai pukul 09.00 WITA hingga 17.00 WITA.
Penutupan ini dilakukan untuk memberikan ruang inspeksi kepada Tim Teknis Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) yang akan memeriksa struktur jembatan pasca-tertabraknya oleh sebuah tongkang, Sabtu malam lalu (26/4/2025).
Keputusan ini diambil setelah kecelakaan yang melibatkan tongkang BG Azamara 3035 milik PT SKA yang diduga beroperasi di luar jadwal. Dalam peristiwa itu, tongkang yang sedang melintas menghantam pilar pengaman jembatan hingga menyebabkan kerusakan cukup signifikan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun dampaknya terhadap infrastruktur dan ketenangan warga cukup besar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim mengimbau kepada warga Kota Samarinda untuk memanfaatkan jalur alternatif selama inspeksi berlangsung. Jalan alternatif yang dapat digunakan adalah Jembatan Mahulu atau Jembatan Mahkota 2, guna menghindari kemacetan yang berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan dan mencari rute alternatif guna menghindari kemacetan,” demikian keterangan Dishub Kaltim yang dipublikasikan melalui akun Instagram resminya, Selasa (29/4/2025).
Rencana penutupan jembatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. Dalam rapat dengar pendapat yang digelar Senin malam (28/4/2025), Hasanuddin menekankan pentingnya langkah penutupan ini demi keselamatan bersama.
“Jembatan Mahakam 1 ini sudah tidak aman untuk dilintasi, penutupan ini untuk menghindari potensi kerugian material yang lebih besar, bahkan korban jiwa. Kami sangat mendukung langkah ini,” katanya.
Selain itu, Hasanuddin juga meminta agar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda menutup sementara akses lalu lintas kapal di sekitar jembatan.
Ia menyarankan agar penutupan kapal berlangsung selama dua bulan, mengingat kerusakan pada fender pengaman jembatan yang sudah hancur akibat benturan tongkang. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















