Pranala.co, SAMARINDA — Struktur ketenagakerjaan di Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2025 kembali menunjukkan pola menarik. Sektor perdagangan menjadi tulang punggung serapan tenaga kerja. Kontribusinya mencapai 19,05 persen atau 375.235 orang dari total 1.969.740 penduduk yang bekerja.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana Nababan, mengatakan dominasi perdagangan masih bertahan kuat dibanding sektor lainnya.
“Serapan tenaga kerja tertinggi kedua berasal dari sektor pertanian dengan 17,92 persen. Disusul sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 8,59 persen,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Sederet sektor lain ikut menopang. Mulai dari akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, konstruksi, pendidikan, hingga transportasi dan pergudangan. Termasuk administrasi pemerintahan, jasa lainnya, informasi dan komunikasi, serta pengadaan listrik dan gas. Masing-masing sektor memberikan andil antara 8 persen hingga 0,59 persen.
Kaltim memiliki total penduduk 4,27 juta jiwa. Dari jumlah itu, terdapat 3.120.110 penduduk usia kerja. Sebanyak 2.077.410 orang tergolong angkatan kerja. Sisanya, 1.042.700 orang masih termasuk kelompok bukan angkatan kerja.
Dari total angkatan kerja tersebut, 1.969.740 orang telah bekerja. Sementara 107.670 orang lainnya belum mendapatkan pekerjaan. Angka ini mencerminkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,18 persen.
“Jika dibandingkan Agustus 2024, TPT naik tipis dari 5,14 persen menjadi 5,18 persen,” kata Yusniar.
Dari hampir dua juta penduduk bekerja, BPS membaginya dalam tiga kategori. Pertama, pekerja penuh yang mencapai 1.463.830 orang. Angka ini turun 27.300 orang dibanding tahun sebelumnya.
Kategori kedua yakni pekerja paruh waktu. Jumlahnya 394.370 orang atau naik 90 orang.
Ketiga, setengah pengangguran yang kini mencapai 111.540 orang. Angka ini meningkat cukup signifikan, bertambah 20.500 orang dibanding tahun sebelumnya.
TPT berdasarkan jenis kelamin juga menunjukkan dinamika berbeda. Pada laki-laki, TPT naik 0,40 poin menjadi 5,1 persen. Sedangkan pada perempuan mengalami penurunan 0,70 poin menjadi 5,13 persen. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















